Selasa, 19 November 2019


Ribuan Santri Ikuti Apel Akbar

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 77
Ribuan Santri Ikuti Apel Akbar

HSN – Para santri mengikuti kegiatan Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke lima tahun 2019 di Kabupaten Sekadau.

SEKADAU, SP – Ribuan santri menghadiri kegiatan apel akbar 1.000 santri dalam rangka menyemarakan Peringatan Hari Santri (HSN) ke lima tahun 2019 di Kabupaten Sekadau, Selasa (22/10) pagi.

Hadir dalam kegiatan itu, Habib Ridho Bin Yahya Ketua Majelis Cinta Rosul (MCR) Pontianak, Asisten Bupati Sekadau, Kapolres Sekadau, Dandim 1204 Sanggau-Sekadau, Kemenag Sekadau, Pengurus PCNU Sekadau, dan para tamu undang dari OKP Kemasyarakatan dan Kepemudaan di Sekadau.

Dalam amanat Hari Santri yang dibacakan oleh Asisten 1 Bupati Sekadau, Pendi, disampaikan bahwa berdasarkan Keputusan Presiden Joko Widodo Nomor 22 Tahun 2015 telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri yang setiap tahun diperingati oleh para santri se Indonesia.

Penetapan tanggal 22 Oktober merujuk pada tercetusnya 'resolusi jihad' yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Ketua Panitia penyelenggara HSN Sekadau Tahun 2019, Akhmad Adi Fuadi mengatakan, hari ini tanggal 22 Oktober 2019 adalah acara puncak pelaksanaan Peringatan Hari Santri.

"Saya kira yang jadir hari ini lebih dari 1.000 orang karena dihadiri juga dari undangan lain selain santri. Adapun para peserta berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sekadau," ucapnya kepada awak media, Selasa (22/10).

Adi menambahkan, sejak Hari Santri ditetapkan pada tahun 2015, Kabupaten Sekadau selalu menyelenggarakan peringatan setiap tahunnya dengan tema yang berbeda. Secara berurutan pada tahun 2016 mengusung tema ‘Dari Pesantren untuk Indonesia’, tahun 2017 'Wajah Pesantren Wajah Indonesia' , dan tahun 2018 'Bersama Santri Damailah Negeri' serta tahun ini mengusung tema 'Santri Unggul Negara Makmur'.

Adapun para peserta terutama para santri berasal dari berbagai pondok pesantren, Madrasah Diniyah dan dari sekolah-sekolah formal yang ada di Sekadau. Hadir juga para organisasi Badan Otonom NU, seperti Muslimat NU, Ansor, Fatayat, Pagar Nusa, IPNU-IPPNU dan Pengurus Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Sekadau.

"Santri selalu diajarkan untuk khidmah (pengabdian). Ini merupakan ruh dan prinsip loyalitas santri yang dibingkai dalam paradigma etika agama dan realitas kebutuhan sosial, sehingga santri layak kita peringati terutama di Sekadau yang sudah banyak mencetak para santri yang unggul," beber Adi.

Setelah apel dilaksanakan, para peserta bergerak ke Aula Penanjung Island Sekadau untuk mengikuti tabligh akbar bersama Habib Ridho Bin Yahya dari MCR yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Darunna'im Pontianak, dan setelah itu dilanjutkan dengan ziarah makam Raja Sekadau. (akh) 

Halaqoh Alim Ulama 

Sebelumnya, Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sekadau menggelar acara Halaqoh Alim Ulama bersama para alim ulama, Polres Sekadau, TNI dan para tokoh masyarakat, Senin (21/10) malam di Pondok Pesantren Al Rahmah Sekadau.

Kegiatan diisi Mauidzoh Hasanah oleh Habib Ridho Bin Yahya, Pimpinan Majelis Cinta Rosul (MCR) Pontianak yang sengaja datang untuk mengisi seluruh rangkaian acara Hari Santri Nasional Tahun 2019 di Sekadau.

Rois Syuriah PCNU Sekadau, KH. Muhdlar mengatakan, pertemuan ini adalah ajang silaturahmi dan musyawarah para alim ulama untuk membicarakan hal-hal penting berkaitan dengan persoalan ummat, khususnya di Kabupaten Sekadau.

"Kita harus saling bertemu agar para pimpinan ummat Islam bisa bermusyawarah menghadapi tantangan yang semakin kompleks di zaman sekarang terutama masalah pikiran-pikiran radikal yang semakin hari merongrong anak bangsa," ucapnya di sela-sela sambutan.

Pimpinan tertinggi PCNU Sekadau itu menambahkan, semakin tergerusnya budaya dan amaliyah ajaran Islam yang diajarkan para ulama terdahulu harus menjadi perhatian kita semua. Pikiran intoleransi menjadi momok serius yang harus diperangi agar kerukunan ummat bisa terjaga dengan baik, khusunya di Kabupaten Sekadau. (akh)