Minggu, 08 Desember 2019


Kasus Gigitan Anjing Meningkat, Dinas Vaksin 2.500 Hewan Penyebar Rabies

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 341
Kasus Gigitan Anjing Meningkat, Dinas Vaksin 2.500 Hewan Penyebar Rabies

KONFERESI PERS - Pemkot Singkawang menggelar konferensi pers memaparkan angka dan penanganan kasus gigitan anjing yang terjadi di wilayah Kota Singkawang. Ditemukan, angka gigitan cenderung mengalami peningkatan. (SP/Rudi)

Kabid Pengendalian Penyakit, Dinkes KB Singkawang, Djoko Suratmiarjo
"Tahun 2016 terjadi 51 kasus dan tahun 2017 ada 54 kasus. Sedangkan pada tahun 2018, dari Januari hingga minggu ketiga Maret sudah terjadi 17 kasus gigitan anjing"

SINGKAWANG, SP - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Singkawang, Djoko Suratmiarjo mengatakan, sepanjang Januari hingga 26 Maret 2018 terjadi 17 kasus gigitan anjing di Kota Singkawang.

Menurutnya, dalam tiga tahun terakhir sejak tahun 2016 sampai minggu ketiga Maret 2018, kasus gigitan anjing mengalami peningkatan.

"Tahun 2016 terjadi 51 kasus dan tahun 2017 ada 54 kasus. Sedangkan pada tahun 2018, dari Januari hingga minggu ketiga Maret sudah terjadi 17 kasus gigitan anjing," katanya, Senin (26/3).

17 orang yang digigit anjing tersebar di empat kecamatan di Kota Singkawang. Satu kasus di Kecamatan Singkawang Tengah, dua kasus di Kecamatan Singkawang Barat, satu kasus di Kecamatan Singkawang Selatan, 11 kasus di Kecamatan Singkawang Timur ditambah dua kasus lagi dari Kabupaten Bengkayang.

"Sementara Kecamatan Singkawang Utara sampai saat ini masih belum ada kasus," ujarnya.

Pihaknya telah melakukan vaksinasi anti rabies kepada warga yang menjadi korban gigitan anjing liar maupun peliharaan masyarakat.

"Di samping itu, kita juga telah mendirikan Rabies Center di setiap Puskesmas dan mendistibusikan vaksin anti rabies di RSUD Abdul Aziz dan Vincentius Kota Singkawang," ungkapnya.

Dia mengimbau masyarakat Singkawang bila mengalami gigitan anjing agar segera mencuci bekas gigitan itu dengan air mengalir, kemudian dicuci dengan air sabun dan antiseptik.

"Setelah melakukan langkah awal (pertolongan pertama), orang yang bersangkutan segera mendatangi Rabies Center di Puskesmas untuk mendapatkan vaksinasi anti raibes," pintanya.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Singkawang, Yusnita mengatakan, untuk mengantisipasi penyebaran virus rabies di Singkawang, pihaknya telah melakukan vaksinasi terhadap anjing liar maupun peliharaan masyarakat.

"Secara keseluruhan ada 2.500 ekor anjing dan kucing yang kita vaksin di Kota Singkawang pada tahun 2017," katanya.

Pihaknya pun telah mengirimkan otak anjing yang sudah menggigit orang untuk dilakukan tes laboratorium.

Dia pun meminta kepada masyarakat Singkawang khususnya yang punya anjing segeralah minta di vaksin ke Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Singkawang ataupun ke dokter hewan.

Dalam mengantisiapsi penyebaran rabies di Kota Singkawang, pihaknya pun telah melatih dekapan orang tenaga vaksinasi dari empat orang dari polisi dan empat orang dari Karang Taruna.

"Delapan orang ini kita latih sama-sama untuk melakukan vaksinasi," ujarnya.

Partisipasi Masyarakat


Kepala Satpol PP Singkawang, Juandi meminta masyarakat untuk melaporkan jika menemukan keberadaan anjing liar di lingkungan mereka.

"Karena kalau anjing yang dipelihara kemungkinan besar sudah divaksin, tapi belum tentu dengan anjing yang liar," katanya.

Karenanya diperlukan partisipasi masyarakat agar dinas terkait dapat memberikan vaksin kepada anjing liar di Singkawang. Ia juga juga meminta agar sosialisasi rabies di Singkawang terus digalakkan.

"Galakkan sosialisasi ke masyarakat mengenai bahaya rabies seperti apa," ujarnya. (rud/jee)