Rabu, 23 Oktober 2019


Pelapor Perampokan Diduga Buat Laporan Palsu

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 130
Pelapor Perampokan Diduga Buat Laporan Palsu

KONPERS - Polres Singkawang menggelar konferensi pers terkait dugaan laporan palsu perampokan yang dibuat oleh TN (pojok kanan belakang). Ist

SINGKAWANG, SP - Miris, pelapor yang mengalami tindak pidana perampokan tepatnya di halaman parkir Maybank, Jalan Diponegoro, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Barat beberapa waktu lalu, diduga membuat laporan palsu ke Mapolres Singkawang. 

"Setelah dilakukan penyelidikan dengan mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan, akhirnya Satreskrim Polres Singkawang berhasil mengungkap bahwa laporan curas dengan TKP tempat parkir Maybank kemarin merupakan laporan palsu," kata Kapolres Singkawang, AKBP Raymond M Masengi, saat menggelar konferensi pers bersama media, Kamis (13/6).

Sehingga, langkah-langkah hukum telah pihaknya lakukan dan akhirnya Polres Singkawang berhasil menangkap dua tersangka dari kasus tersebut. 

"Satu tersangka utama berinisial TN dan satu tersangka yang ikut membantu berinisial WW," ujarnya. 

Setelah dilakukan pengembangan, kata dia, bahwa uang senilai Rp149.600.000 itu digunakan tersangka untuk judi togel. 

"Hingga akhirnya, kami berhasil menangkap satu tersangka berinisial GNW yang diduga sebagai bandar togel," ungkapnya. 

Ditambahkan Raymond, sebenarnya laporan palsu ini dilaporkan kepada Polres Singkawang untuk menutupi penggelapan uang perusahaan yang dilakukan TN.

 "Selama delapan bulan, yang bersangkutan sudah melakukan penggelapan uang perusahaan dalam jabatannya," jelasnya. 

Artinya, uang yang harus disetorkan ke perusahaan, tidak disetorkan oleh TN dengan total senilai Rp149.600.000. 

Untuk menutupi hal tersebut, yang bersangkutan membuat laporan palsu seolah-olah dirinya dirampok. 

"Dengan berbagai macam perencanaan yang dibuat, TN dibantu oleh salah seorang rekannya berinisial WW, sehingga muncullah laporan kepada kami untuk mengambil langkah-langkah dalam mengejar tersangka," tuturnya. 

Saat ini, penanganan terhadap ketiga tersangka sudah masuk dalam tahap penyidikan," imbuhnya. 

Akibat ulah TN, kata Raymond, dapat menimbulkan rasa tidak aman di masyarakat. Karena kejadian yang dilaporkan tersangka TN, terekspos di media dan mendapat berbagai macam tanggapan dari masyarakat. Yang salah satunya, tanggapan dari masyarakat seolah-olah Singkawang tidak aman.

"Karena orang membawa uang ke Singkawang kemudian dirampok. Ini kan membuat rasa tidak aman. Sehingga hal ini menjadi perhatian bagi kami dan setelah diungkap, ternyata kejadian curas yang dialami TN merupakan laporan palsu," ujarnya. 

Artinya, kata dia, uang yang ada di tangan TN direkayasa seolah-olah dirampok, padahal uang tersebut digelapkan dan sudah berlangsung selama delapan bulan.

Atas perbuatannya, TN dan WW akan dikenakan UU KUHP tentang laporan palsu. Sementara efek dari uang yang digunakan untuk togel, akan dikenakan Pasal 303 KUHP, dengan ancaman minimal empat tahun penjara.

Kepada masyarakat Singkawang, ia berpesan, apabila ingin membawa atau mengambil uang dalam jumlah yang banyak, Polres Singkawang memberikan layanan pengawalan gratis mulai dari bank sampai ke rumah. 

"Silakan minta pengawalan kepada kami," pesannya. 

Polres Singkawang akan menyiapkan personel untuk mengawal masyarakat ketika mengambil atau mengirimkan uang dalam jumlah yang besar di bank. 

Pada kesempatan yang sama, Kasat Reskrim Polres Singkawang, AKP Parikhesit mengatakan, pengungkapan kasus laporan palsu, penggelapan, dan judi ini merupakan partisipasi aktif dari masyarakat yang telah menjalin komunikasi yang baik dengan kepolisian sehingga kasus ini berhasil diungkap. 

"Berdasarkan pengakuan tersangka, bahwa rencana perampokan ini sudah direncanakannya selama satu minggu," katanya. (rud/lha)

Takut Ketahuan Perusahaan

Tersangka TN mengaku penggelapan uang yang dilakukan karena takut ketauan dan diminta pertanggungjawaban dari perusahaan. 

"Karena uangnya sudah lama saya pakai. Agar tidak ketahuan, dibuatlah rekayasa seolah-olah dirampok," katanya. 

Menurutnya, uang perusahaan yang digelapkan digunakan untuk judi togel dan keperluan lainnya. 

"Kebanyakan sih uangnya untuk judi," ujarnya. (rud/lha)