Rabu, 23 Oktober 2019


Mobil Kijang Terbalik dalam Laka Tunggal

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 265
Mobil Kijang Terbalik dalam Laka Tunggal

TERBALIK - Sebuah mobil kijang Avanza terbalik akibat laka tunggal di depan Mako Rindam XII/TPR. Ist

SINGKAWANG, SP - Kasat Lantas Polres Singkawang, AKP Syaiful Bahri mengatakan, jika kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Pasir Panjang, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan (dekat Mako Rindam XII/TPR) adalah merupakan kecelakaan tunggal yang mengakibatkan mobil kijang Avanza KB 1921 DB terbalik, Selasa (2/7) pagi.

"Kecelakaan itu tidak ada lawan tabraknya. Jadi, berdasarkan olah TKP kecelakaan terjadi disebabkan kelalaian dari pengemudi itu sendiri," kata Syaiful, Rabu (3/7). 

Menurut keterangan dari supir, kecelakaan ini diakibatkan mengantuk. Faktor ini sangat berbahaya, sehingga dia mengimbau kepada pengguna jalan apabila mengantuk silakan beristirahat. 

Sementara beberapa korban dari kecelakaan tersebut hanya mengalami luka ringan. "Ada lima orang penumpangnya dan semua hanya mengalami luka ringan," ujarnya. 

Adapun kronologisnya, supir mengantuk dan hilang kendali. Kemudian menabrak median jalan. Selanjutnya menghantam tiang penerangan jalan. 

"Oleh sebab itulah mobilnya terbalik," ungkapnya. 

Dia bersyukur akibat kejadian tersebut tidak ada pengendara yang ditabrak. Sementara korban juga tidak ada yang mengalami luka berat sehingga semuanya sudah kembali ke daerah asalnya.

Dalam kesempatan itu, Syaiful juga mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan TNI seperti Rindam XII/TPR yang sudah memberikan pertolongan pertamanya kepada korban kecelakaaan tersebut. 

"Para korban dibawa ke klinik kesehatan Rindam, kebetulan lokasi kejadian pas berada di depan Mako Rindam," tuturnya. 

Di sisi lain, dia tetap mengimbau kepada pengguna jalan untuk selalu berhati-hati dalam berkendaraan. Terutama kepada pengguna jalan yang berasal dari luar kota yang belum tahu persis medan jalan yang ada di Kota Singkawang. 

"Pengendara harus memperhatikan keselamatan, cek alat kelengkapan kendaraan, pengemudi atau supir harus mengemudi di batas kewajaran, jangan ugal-ugalan, jangan dipengaruhi oleh minuman beralkohol," pesannya. 

Menurutnya, alat pengendali lalu lintas seperti rambu dan marka jalan sudah terpasang. Tujuannya agar masyarakat selaku pengguna jalan dapat selamat berlalu lintas. 

"Jadi, rambu dan marka jalan yang terpasang bukan hanya sekedar gambar tetapi wajib untuk ditaati," pintanya. (rud/lha)