Rabu, 23 Oktober 2019


BPBD Larang Warga Bakar Lahan

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 83
BPBD Larang Warga Bakar Lahan

MEMADAMKAN - Kebakaran lahan yang terjadi di Kota Singkawang, beberapa waktu lalu. Para petugas tampak sibuk memadamkan api. Ist

SINGKAWANG, SP - Hampir satu bulan ini, Kota Singkawang belum pernah diguyur hujan. Teriknya sinar matahari mengingatkan masyarakat Singkawang untuk selalu waspada terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat mengakibatkan kabut asap dan kerugian lainnya.

"Dalam rangka mencegah dan mitigasi bencana kabut asap, kami mengimbau kepada masyarakat Singkawang baik secara langsung maupun tidak langsung berkenaan dengan kegiatan pembangunan perumahan,  perkebunan ataupun pribadi serta rumah tangga. Khususnya yang berada di kawasan gambut, dilarang untuk membersihkan lahan atau membuka lahan dengan cara dibakar," kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan  Bencana BPBD Singkawang, Jayadi, Minggu (7/7).

Menurutnya, musim kemarau diprediksikan masih akan terjadi sampai Agustus 2019. Maka dari itu, BPBD mengajak masyarakat untuk menghindari dan kurangi tradisi buruk saat musim kemarau.

"Mari kita jaga alam kita, hutan, gunung, dan sungai sebagai sumber mata air. Kita jaga alam, maka alam akan menjaga kita," ujarnya.

Karena, apabila sudah terjadi karhutla maka selain berhadapan dengan hukum juga akan berdampak yang tidak baik terhadap kesehatan. 

"Kabut asap akan memberikan kerugian di bidang kesehatan, pendidikan, dan ekonomi," ungkapnya.

Secara terpisah, Kapolres Singkawang, AKBP Raymond M Masengi mengatakan, pihaknya telah menyiapkan berbagai keperluan untuk mengantisipasi adanya Karhutla di wilayah Singkawang.

"Untuk antisipasi karhutla kita telah melakukan jauh-jauh hari dengan melakukan upaya preventif dan preentif melalui fungsi dari Bhabinkamtibmas untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat," katanya. 

Khusus karhutla, kata dia, ada dua bagian. Pertama, melalui Bhabinkamtibmas yang satu dalam kerangka operasi khusus karhutla. Kedua, dalam bentuk pencegahan melalui Bhabinkamtibmas melakukan kegiatan prefentiv dan preentiv.

"Namun untuk sementara, operasi khusus masih belum digelar. Jika sudah waktunya atau ada komando dari Polda, maka kita akan jalankan operasinya," ujarnya.

Kemudian, untuk sarana dan prasarana sendiri, dari pihak kepolisian memang dirasakan masih kurang. Namun hal tersebut masih bisa diatasi dengan kerja sama antara stakeholder yang ada, seperti Pemda, TNI, BPBD, dan BPKS  di Kota Singkawang.

"Sarana dan prasarana kita memang kurang, tapi berkat kerja sama kita dengan pihak-pihak terkait, semuanya masih dapat terkoordinir dengan baik," ungkapnya.

Berdasarkan data BPBD Singkawang, kata dia, dari 17 wilayah kelurahan sebagian tanahnya merupakan tanah bergambut, ada sembilan kelurahan yang sering terjadi karhutla, antara lain Kelurahan Naram, Sungai Bulan,  Sungai Rasau, Roban, Bukit Batu, Sedau, Sijangkung, Pangmilang, dan Nyarungkop. 

"Pada tahun 2019, akan ada operasional TNI untuk ditempatkan di wilayah ini dengan BPBD, relawan, dan Manggala Agni," jelasnya. (rud/lha)

Masyarakat Diminta Aktif

Kepala Daerah Operasi Manggala Agni Singkawang, Yuyu Wahyudin juga mengimbau ke masyarakat, agar tidak membakar lahan dan membuang puntung rokok secara sembarangan. 

"Masyarakat juga diimbau turut aktif dalam kegiatan pencegahan karhutla dengan melaporkan kepada aparat desa/ berwajib apabila mengetahui adanya titik api atau pembakaran lahan serta disampaikan pula pesan tentang bahaya karhutla," katanya.

Dia berharap, kejadian karhutla dapat ditekan sedini mungkin, dengan rutin memberikan sosialisasi ke masyarakat.

"Baik titik panas atau hotspot atau kejadian karhutla diharapkan nihil tahun ini. Semoga bisa sampai akhir tahun," ujarnya. (rud/lha)