Senin, 18 November 2019


Petani Desa Mekar Jaya Belajar dari Satgas TMMD ke-106 Kodim 1202/Skw

Editor:

Aep Mulyanto

    |     Pembaca: 62
Petani Desa Mekar Jaya Belajar dari Satgas TMMD ke-106 Kodim 1202/Skw

Warga Desa Mekar Jaya mengikuti Penyuluhan Pertanian oleh TMMD ke-106 Kodim 1202/Skw

TNI AD Tunjukan Cara Bercocok Tanam yang Baik

 

Tidak hanya melakukan pembangunan fisik, Satgas TMMD k-106 Kodim 1202/Skw, juga menyelenggarakan berbagai pembangunan non fisik. Salah satunya adalah penyuluhan pertanian kepada masyarakat di Dusun Batilan dan Dusun Kuayan, Desa Mekar Jaya.

Penyuluhan pertanian ini berkerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahan Pangan Kabupaten Sambas, yang diwakili oleh Penyuluh Pertanian Lapanagn (PPL) Kecamatan Sajas. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Desa Mekar Jaya, Jumat (18/10/2019).

Hadir sebagai Narasumber pemberi materi adalah Jaya Harto, yang merupakan Penyuluh Pertanian Hortikultura wilayah Kecamatan Sajad, Dinas Pertanian dan Ketahan Pangan Kabupaten Sambas. Di hadapan warga masyarakat, ia memaparkan tentang  tanaman padi, mengingat padi merupakan salah satu komoditas pertanian paling dibutuhkan masyarakat Dusun Bantilan dan Dusun Kuayan.

“Berdasarkan data di lapangan, hasil produksi pertanian di Dusun Bantelan dan Dusun Kuayan masih sangat rendah. Hal itu dipengaruhi adanya penggunaan pupuk belum tepat, baik pemberian pupuk organik maupun kimia,” kata Jaya.

Menurutnya, penggunaan pupuk kimia yang tidak sesuai takaran tidak dianjurkan, sebab hal itu membuat hasil panen tidak dapat maksimal. Ia menjelaskan, sebenarnya ada cara jitu yang harus dilakukan petani, di antaranya penanganan pengendalian hama penyakit tanaman.

“Bisa dengan penggunaan pestisida yang tepat dan pastikan penyemprotan hama saat hama pada posisi lemah atau masih berbentuk ulat,” bebernya.

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat Desa Mekar Jaya, Dare Suhairin, begitu selesai penyuluhan mengatakan, sangat senang dengan kegiatan yang diselenggarakan oleh Satgas TMMD ke-106 Kodim 1202/ Singkawang, karena penyuluhan seperti ini jarang sekali di ada kan di Dusun Bantilan dan Dusun Kuayan.

“Sehingga dengan penyuluhan ini tentunya wawasan warga menjadi bertambah, dimana yang tadinya tidak mengerti tentang tata cara menyemai, menanam kemudian merawat padi, dengan adanya penyuluhan ini menjadi tahu walaupun belum mendalami, dan nantinya ilmu yang didapat dari penyuluhan ini akan dipraktekan di rumah,” paparnya..

Suhairin sangat berterima kasih karena Satgas TMMD bisa memfasilitasi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk melakukan penyuluhan pertanian di Kampungnya. Terlebih lagi di Kampungnya masih banyak lahan tidur yang tidak dimanfaatkan.

“Sehingga dengan penyuluhan ini nantinya, lahan tidur tersebut dapat dimanfaatkan untuk bercocok tanam padi. Kami bertekad bisa swasembada beras dengan adanya penyuluhan ini,” ujar Suhairin.

Di tempat yang berbeda, Dandim 1202/Skw Letkol Arm Victor JL Lopulalan, S. Sos mengungkapkan, penyuluhan dilakukan guna memberikan wawasan tambahan kepada warga masyarakat tempat diselenggarakannya TMMD ke-106. Pasca mengikuti penyuluhan, warga diharapkan dapat menerapkannya di lahan masing-masing.

“Ya kami beraharap penyuluhan ini memberikan manfaat kepada para warga, dan kedepan bisa meningkatkan produktivitas hasil padinya. Jika perlu tambahan pengawalan, maka TNI dan Dinas Pertanian siap mengawal,” terangnya. (rudi)