Selasa, 12 November 2019


Tim Gabungan Masih Temukan Boraks dan Formalin

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 46
Tim Gabungan Masih Temukan Boraks dan Formalin

PENGAWASAN - Tim gabungan melakukan pengawasan dan monitoring terhadap empat bahan makanan dan minuman yang mengandung zat berbahaya di pasaran Kota Singkawang, beberapa waktu lalu. IST

SINGKAWANG, SP - Tim gabungan yang terdiri dari BBPOM Pontianak, Disperindag Kalbar, dan Disperindagkop dan UKM Singkawang masih menemukan bahan makanan dan minuman yang mengandung zat berbahaya, seperti boraks dan formalin yang bebas dijual di pasaran di Kota Singkawang. 

"Temuan ini ditemukan, setelah kita melakukan pengawasan dan monitoring di lapangan pada Rabu (16/10) lalu," kata Kepala Disperindagkop dan UKM Singkawang, Muslimin, Senin (21/10).  

Dari beberapa hasil uji sampel di lapangan, ada beberapa toko atau penjual yang menjual zat berbahaya ini tetapi tidak mengantongi izin. 

"Termasuklah salah satunya distributor yang menjual bahan-bahan peternakan, ada yang sengaja menjual bahan formalin. Namun tidak mengantongi izin," ujarnya. 

Terkait dengan temuan ini, BBPOM Pontianak dan Disperindag Kalbar telah menyarankan agar penjual atau distributor yang menju bahan boraks atau formalin di Singkawang, diminta untuk segera mengajukan perizinan ke Disperindag Kalbar. 

"Menyikapi saran itu pula, Diaperindagkop dan UKM Singkawang akan melayangkan surat kepada penjual atau distributor untuk meminta agar mereka segera mengurus perizinannya," ungkapnya. 

Karena, bahan atau zat berbahaya seperti boraks dan formalin perlu mengantongi izin, lantaran dikhawatirkan ada penyalahgunaan khususnya pada produk makanan olahan. 

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Singkawang, Achmad Kismed mengatakan, dampak kesehatan dari mengkonsumsi boraks dan formalin akan sangat buruk karena akan merusak beberapa organ tubuh seperti hati, ginjal bahkan ada yang bersifat karsinogenik (memicu kanker).

"Kepada masyarakat, diimbau untuk berhati-hati dalam memilih ataupun mengonsumsi makanan," ujarnya.

Sementara itu, Kasi Pengendalian Makanan, Minuman dan Bahan Berbahaya Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Singkawang, Rudy Susanto, juga mengimbau baik kepada konsumen, produsen, dan distributor agar memperhatikan izin edar.

"Izin edar yang diterbitkan di Indonesia itu adalah izin yang diterbitkan dari BPOM maupun Dinas Kesehatan," katanya.

Kalau di BPOM itu berupa kode yang diawali dengan kode MD atau ML untuk makanan luar, sedangkan untuk makanan dalam (produksi industri rumah tangga) kodenya PIRT yang diterbitkan oleh Dinas Kesehatan. (rud/lha)

Fokus Pencegahan dan Kestabilan Harga

Kapolres Singkawang, AKBP Raymond M Masengi melalui Kasat Reskrim, AKP Tri Prasetyo mengatakan, jika fungsi dari Satgas Pangan adalah fokus pada pencegahan dan menjaga kestabilan harga maupun stok pangan. 

"Sehingga, secara keseharian maupun menjelang hari-hari besar keagamaan semua harga stabil," katanya. 

Namun mengenai adanya temuan zat berbahaya pada bahan makanan maupun minuman, mungkin dikarenakan dirinya masih baru menjabat sebagai Kasat Reskrim, diakuinya belum ada komunikasi yang intens dari BBPOM Pontianak dan Disperindag. 

"Tapi bilamana laporan itu ditembuskan kepada kami, jika memang diperlukan tindakan hukum tentu akan kami lakukan," ujarnya. (rud/lha)