Minggu, 08 Desember 2019


Gas Melon Dinikmati Rumah Makan dan Restoran

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 72
Gas Melon Dinikmati Rumah Makan dan Restoran

SINGKAWANG, SP - Wakil Ketua DPRD Singkawang, Sumberanto Tjitra mengatakan, jika LPG 3 kg atau gas melon yang disubsidi pemerintah, tidak hanya dinikmati oleh masyarakat ekonomi kurang, tetapi juga disinyalir dinikmati banyak kalangan rumah makan bahkan restoran. 

"Dengan realita seperti ini, berarti sudah tidak mencapai sasaran yang diinginkan oleh pemerintah. Pertamina sebagai pihak yang memproduksi dan diberikan wewenang dalam pengaturan kuotanya, saya harapkan melakukan pengawasan yang lebih ketat, agar penyaluran yang dilakukan sesuai dengan ketentuan yang ada," kata Sumberanto, Rabu (6/11). 

Di samping itu, pemerintah juga diharapkan semakin intens berkomunikasi dan berkoordinasi baik dengan Pemerintah Provinsi maupun Pertamina, agar batasan-batasan tugas dan wewenang bisa diketahui. 

"Karena bagaimanapun, kalau ada masalah bukan Pertamina yang dicari, tetapi pihak pemerintah dan DPRD yang diberikan laporan," ujarnya. 

Namun, setelah Alat Kelengkapan Dewan (AKD) terbentuk, dirinya selaku unsur pimpinan akan berkoordinasi dengan komisi terkait untuk melakukan konsultasi dan koordinasi dengan pihak Pemprov dan Pertamina. 

"Tujuannya adalah agar penyaluran ke masyarakat semakin merata, terutama kepada masyarakat yang berhak. Pihak media juga diharapkan tidak henti-hentinya mengawasi, jangan sampai ada penyalahgunaan dalam penyalurannya," ungkapnya.

Secara terpisah, Kepala Bidang Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Tenaga Kerja Singkawang, Tri Wahdina Safriantini, mengaku tidak mengetahui jumlah pasti agen dan pangkalan gas melon yang ada di Kota Singkawang. 

"Coba tanyakan ke Kabid Perdagangan. Karena, saya sudah pindah ke Dinas Penanaman Modal," katanya. 

Menurutnya, baik pembinaan maupun rekapnya ada di dinas teknis. 

"Jadi sebaiknya, langsung saja ke bidang perdagangan," ujarnya. (rud/lha) 

Tata Ulang 

Kepala Disperindagkop dan UKM Singkawang, Muslimin, membenarkan jika pembinaan ada di dinasnya. 

"Tetapi yang mengeluarkan perizinan ada di Dinas Perizinan," katanya. 

Mengenai belum jelasnya angka pasti jumlah agen dan pangkalan gas melon di Singkawang, maka dia pun menyarankan kepada Pertamina untuk menata ulang keberadaan agen dan pangkalan. 

Karena, pangkalan yang ada saat ini lebih banyak berada di pusat kota khususnya di wilayah Singkawang Barat dan Tengah. 

"Harusnya, pangkalan ini bisa merata di 26 kelurahan yang ada di Singkawang. Sehingga tidak ada alasan lagi, ketika orang Bagak atau Sedau atau Sagatani atau Pangmilang maka mereka tidak sampai harus mencari LPG ini ke pusat kota. Serta tidak ada alasan lagi bagi pangkalan untuk mengenakan biaya tambahan karena jarak dan sebagainya, sehingga harga yang dijual ke masyarakat jauh melebihi HET yang ditetapkan," ujarnya. (rud/lha)