Minggu, 08 Desember 2019


Wali Kota Ajak Masyarakat Teruskan Perjuangan Pahlawan

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 90
Wali Kota Ajak Masyarakat Teruskan Perjuangan Pahlawan

TEATRIKAL - Penampilan sebuah drama yang menceritakan pertempuran para pejuang 45 mengusir penjajah Jepang dan NICA Belanda pada tahun 1945-1949 pada peringatan Hari Pahlawan di Singkawang, Minggu (10/11). IST

SINGKAWANG, SP - Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, mengajak masyarakat untuk ikut meneruskan perjuangan yang telah diraih oleh para pahlawan yang telah gugur mendahului kita. 

"Cara meneruskannya, yaitu dengan cara menorehkan prestasi yang baik di bidang apa pun," kata Tjhai Chui Mie, usai memimping apel peringatan Hari Pahlawan, di halaman Kantor Wali Kota Singkawang, Minggu (10/11). 

Menurutnya, untuk meneruskan perjuangan tidak perlu seperti para pahlawan yang mengangkat senjata. Cukup memberikan kontribusi kepada pemerintah dan negara. 

"Seperti hal-hal yang sangat gampang untuk dilakukan anak-anak, yaitu sekolah dengan sungguh-sungguh, berprestasi, memberikan nama baik untuk sekolah dan Kota Singkawang, maka ini juga merupakan bagian dari pahlawan," ujarnya.

Para generasi bangsa juga diharapkan untuk selalu menjauhi narkoba dan perilaku-perilaku negatif.  

Sedangkan di bagian pemerintahan, diharapkan kepada setiap dinas bisa berprestasi di bidangnya masing-masing untuk kemajuan dan kemakmuran Kota Singkawang. 

Apel peringatan Hari Pahlawan juga diisi dengan penampilan Teatrikal Perjuangan Kemerdekaan oleh Komunitas Pecinta Pejuang Singkawang. 

Teatrikal yang dilakoni berisikan sebuah drama yang menceritakan pertempuran para pejuang 45 mengusir penjajah Jepang dan NICA Belanda pada tahun 1945-1949 di Singkawang. 

Alhasil, teatrikal yang ditampilkan pun mendapatkan tepukan dan sorakan semangat dari para undangan dan peserta apel peringatan Hari Pahlawan. (rud/lha)

Isi dengan Karya Nyata

Sekretaris Jenderal Fkapela Singkawang, William Soemokil mengatakan, penting untuk disadari bahwa Hari Pahlawan yang diperingati setiap tahunnya pada 10 November merupakan momentum sejarah yang tak hanya diperingati secara seremonial belaka. 

"Dan saat ini, kita berada dalam era yang tentunya berbeda dengan era perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan dulu," katanya. 

Saat ini, negara sedang dihadapkan pada era digital, masa yang berbeda dan dinamika berbangsa yang berbeda pula. Dalam era digital ini, kaum muda khususnya yang juga merupakan bagian dari warga Negara, wajib mengambil peranan penting dalam membangun bangsa Indonesia menuju bangsa yang maju, mampu bersaing dalam kancah nasional dan international. 

"Salah satunya dengan mengharumkan nama bangsa melalui karya nyata, dimulai dari kesadaran diri bahwa masa depan bangsa ini terletak pada generasi muda yang unggul. Jika ini benar-benar disadari, maka akan muncul generasi muda yang unggul dalam bidangnya masing-masing," ujarnya.

Tak perlu ragu untuk memperbesar kapasitas diri kaum muda. Saat ini dapat dilihat salah satunya bermunculan entrepreneur muda yang berbakat, akademisi muda yang berbakat, berprestasi gemilang dan mengharumkan bangsa Indonesia di dalam bidangnya masing-masing. 

"Dalam era baru sebagai bangsa yang berbudi luhur adalah satu kewajiban bagi kita untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan, yang rela mengorbankan jiwa dan raganya untuk bangsa dan negara," ungkapnya. (rud/lha)