Selasa, 12 November 2019


Jarot: Ulama dan Santri Cikal Bakal TNI

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 80
Jarot: Ulama dan Santri Cikal Bakal TNI

TABLIQ AKBAR - Bupati Sintang Jarot Winarno menghadiri acara tabliq akbar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-74 tahun 2019 di Kabupaten Sintang di halaman Masjid Al Amin Sintang, Jalan Lintas Melawi Sintang, Sabtu (5/1

SINTANG, SP - Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M.Med.PH menghadiri acara tabliq akbar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-74 tahun 2019 di Kabupaten Sintang di halaman Masjid Al Amin Sintang, Jalan Lintas Melawi Sintang, Sabtu (5/10).

Tabliq akbar yang mengusung tema “Merajut Persatuan dan Kesatuan untuk Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia” ini menghadirkan penceramah dari Kota Pontinak, Habib Muhammad Iskandar Al Qadrie.

Hadir dalam acara tersebut Kasrem 121/ABW, unsur Forkopimda Kabupaten Sintang, tokoh pendiri Ikatan Keluarga Dayak Islam Kalbar Prof. Alamsyah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya serta masyarakat yang hadir memadati halaman Masjid Al Amin.

Dalam sambutannya, Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan bahwa tabliq akbar ini merupakan tanda bahwa TNI tidak pernah terpisah dan jauh dari umat Islam.

Dalam sejarahnya pada tahun sebelum kemerdekaan, yakni tahun 1943 ada tiga unsur kekuatan yang dibentuk oleh para santri yakni Divisi Mujahidin, Divisi Hizbullah dan Divisi Sabilillah. Dimana setelah kemerdekaan, ketiga divisi ini bergabung dengan elemen bangsa yang lain membentuk badan keamanan rakyat sebagai cikal bakal dari TNI dan kemudian mempertahankan kemerdekaan.

“Semangat juang TNI terpanggil dengan seruan jihad dari para kyai, sehingga pada 10 November 1945 kita dengar kata merdeka atau mati,” kata Jarot.

Wujud kedekatan TNI dengan umat Islam akan terus terjaga selamanya untuk menjaga kedaulatan bangsa dan negara. Untuk itulah dia mengajak seluruh umat Islam di Kabupaten Sintang menjaga keharmonisan, ketentraman dan kebersamaan dari keberagaman yang ada di Kabupaten Sintang.

“Mari kita jaga kebersamaan ini, baik dengan kita sesama muslim maupun dengan umat lainnya juga, agar kehidupan yang penuh keberagaman di Kabupaten Sintang ini selalu terjaga tanpa terpecah belah karena perbedaaan” tutup Jarot.

Hal yang sama juga disampaikan Habib Muhammad Iskandar Al Qadrie dalam tausiyahnya, dimana ia mengajak umat Islam di Kabupaten Sintang untuk bersama-sama dengan umat lainnya menjaga kedamaian, kebersamaan yang ada dan juga menjaga NKRI dari hal-hal yang tidak baik.

Habib juga mengajak umat Islam yang hadir untuk selalu berbuat baik kepada siapapun, karena itu merupakan cermin dari seorang muslim yang baik dan taat.

“Apapun background kita, apapun latar belakang kita, apapun pekerjaan kita, siapun kita, jadilah seorang yang berusaha untuk selalu memberikan manfaat bagi orang lain,” kata Habib.

Karena jelasnya, orang yang paling baik itu bukan seorang ustadz, bukan seorang jendral, bukan seorang habib atau yang lainnya, tetapi ketika semasa hidupnya orang yang paling banyak memberikan manfaat bagi orang lain.

“Maka InsyaAllah orang tersebut adalah orang yang paling berharga dihadapan Rasulullah dan di mata Allah SWT,” ujarnya.

Habib juga mengajak umat Islam yang hadir agar selalu introspeksi diri, selalu menjalankan perintah agama dan menjauhi segala larangan Allah SWT. Karana segala yang dimiliki sekarang hanyalah titipan dari sang pencipta, baik itu pangkat, jabatan, harta, keluarga, waktu, kesehatan dan lainnya.

“Jangan terlena dengan semua itu, jadikan semua itu sebagai sarana ibadah untuk meraih sukses dan ridho dihadapan Allah SWT,” pesannya. (hms)

 Waspadai Perang Cyber

Sebelumnya Kepala Staf Korem 121 Alambhana Wanawai Sintang, Kol. Inf. Marzuki saat membacakan amanat Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengingatkan akan adanya perang dalam dunia cyber yang menuntut kecakapan para prajurit TNI di seluruh Indonesia untuk menyikapinya.

“Perkembangan dunia telah menciptakan dimensi dan metode peperangan baru. Kemajuan teknologi yang sangat berguna bagi kehidupan manusia juga membawa dampak disruptif di berbagai bidang. Sebagai contoh perang siber yang disertai perang informasi, walaupun tidak menghancurkan, namun sangat merusak bagi kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Konsep ini mengaburkan filosofi perang konvensional dengan menggeser dimensi waktu, karena perang-perang tersebut terjadi di masa damai,” kata Marzuki dalam upacara peringatan HUT TNI ke-74 di Lapangan Makorem 121 Alambhana Wanawai, Sabtu (5/10) n. 

“Dalam melaksanakan tugas pokoknya, TNI harus bahu-membahu dan bersinergi dengan berbagai komponen bangsa lainnya. Berbagai kekuatan yang bersatu itu akan menghasilkan energi yang luar biasa bagi kemajuan bangsa,” pesannya lagi. (hms)