Senin, 18 November 2019


Iptu Muhammad Resky Rizal, Kapolsek Kawasan Pelabuhan Dwikora Pontianak

Editor:

Aep Mulyanto

    |     Pembaca: 136
Iptu Muhammad Resky Rizal, Kapolsek Kawasan Pelabuhan Dwikora Pontianak

Iptu M Resky Rizal, Kapolsek Kawasan Pelabuhan Dwikora Pontianak

Suka Olahraga Lari dan Lahap 11,5 Km di Khatulistiwa Run 2019

SOSOK Inspektur Satu Polisi (IPTU) Muhammad Resky Rizal, ternyata sangat mencintai olahraga lari. Hal ini dibuktikan saat sang Kepala Kepolisian Resort (Kapolsek) Kawasan Pelabuhan Dwikora Pontianak ini, menjadi peserta Khatulistiwa Run 2019.

IPTU Muhammad Resky Rizal, menjadi salah satu dari ribuan peserta Khatulistiwa Run 2019, yang berhasil finish setelah menempuh jarak sekitar 11,5 Km. Ia pun sangat bersyukur, bisa finish di Tugu Khatulistiwa.

“Olahraga lari ini sangat baik untuk menjaga vitalitas dan kesehatan. Saya memang terbiasa lari, setidaknya dalam seminggu, saya sempatkan tiga kali berlari,” paparnya kepada Suara Pemred.

Jabatan Kapolsek Kawasan Pelabuhan Dwikora Pontianak, dijabat oleh IPTU Muhamamad Resky Rizal, setelah Sertijab dengan AKP Primastya Dryan Maestro, pada Jumat, 24 Mei 2019. Sebelumnya, perwira pertama ini menjabat sebagai Wakasat Reskrim Polresta Pontianak?.

Selain mencinta olahraga lari, IPTU Muhamamad Resky Rizal, juga suka bersepeda. Dua olahraga ini, selalu menjadi bagian bagi sang Kapolsek untuk terus menjaga kesehatan. Baginya, menjaga kesehatan dengan rutin berolahraga, adalah bagian dari pola hidup sehatnya.

“Lebih baik menjaga kesehatan, dari pada kita harus mengobatinya. Salah satunya adalah disiplin berolahraga, menjaga pola hidup, dan makan-makanan yang bergizi,” tutur IPTU Muhammad Resky Rizal. 

Dengan pola hidup sehanya, maka performa sosok seorang polisi zaman now, yang menjauhi dari kesan menyeramkan, sangat tampak pada IPTU Muhammad Resky Rizal. Figur ini sangat diinginkan masyarakat, yang selalu melaksanakan tugas dengan tulus ikhlas tanpa pamrih. Bagaimanapun, masyarakat jelas selalu merasa agar terjaga dan aman.

Penampilan polisi yang humanis terhadap masyarakat ini, yang selalu ditekankan oleh mantan Kapolsek Tayan Hilir tersebut. Namun, walau terlihat kalem dan bersajaha, Pria asal Kalsel ini, akan tanpa ampun bagi pelaku tindak kejahatan yang merugikan dan meresahkan warga masyarakat.

"Kita berusaha menepis stigma dan paradigma polisi itu menyeramkan, dengan pelayanan yang prima dan penampilan humanis. Fungsi kita sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, maka ini yang kami kedepankan,” ujarnya.

“Nah, untuk pelaku kejahatan, jelas supremasi hukum harus kita tegakkan dan tidak ada teloransi untuk itu," ungkap pria dengan dua balok dipundak ini.

Pria ramah Alumni Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 2012 ini, memang dikenal dekat dengan semua kalangan. Saat bertuga di Kecamatan Tayan Hilir, ia seringh menyempatkan diri bercengkrama dengan siswa Taman Kanak-Kanak (TK) Kemala Bhayakara di Pulau Tayan. 

Bahkan ia sering membaur dengan anak-anak, sembari mengajari membaca dan mendongeng. Terlepas dari itu, kata Rizal, ia dan jajaranya berkomitmen dalam melaksanakan hal-hal yang mendasar dari falsafah hidup sebagai anggota Polri harus selalu tertanam.

“Hal itu sudah tertuang dalam Tri Brata dan Catur Prasetya, Polri sebagai sosok pelayan, pelindung, pengayom, penegak hukum. Seorang polisi tidak hanya bertugas menegakkan hukum saja, namun juga secara preventif membangun keamanan dan ketertiban,” kata IPTU Rizal.

IPTU Rizal mulai meniti karier sebagai polisi saat menjadi perwira pertama di Polres Kapuas Hulu, Kapolsek Bunut, kemudian di Bareskrim Mabes Polri, menjadi anggota Satgas Perdagangan Orang, yang mengungkapkan kasus perdagangan ginjal di Bandung dan prostitusi artis di Jakarta. Ia juga pernah menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Sekadau. (lin)