Astra Motor Banderol Rp42.080.000 untuk PCX Hybrid

Advertorial

Editor Jindan Dibaca : 378

Astra Motor Banderol Rp42.080.000 untuk PCX Hybrid
PONTIANAK, SP - Motor baru rakitan PT Astra Honda Motor (AHM), All New Honda PCX Hybrid siap meluncur di Kalbar. Dengan teknologi hybrid, yang mengutamakan sisi power tarikan awal, motor ini dibanderol dengan harga Rp42.080.000,-. 

"Rencananya pada awal Oktober 2018 akan dikenalkan. Namun, sejak peluncuran secara nasioanal beberapa bulan lalu, kita sudah menerima pemesanan," kata Marketing Promotion Astra Motor Pontianak, Prastya Agusta.

Beda dari PCX berbahan bakar bensin, PCX hibrida ini dilengkapi dengan Power Drive Unit (PDU) sebagai sistem pengaturan bukaan gas, pengontrol isi daya ulang, dan motor assist. 

Tak ketinggalan disematkan pula baterai li-ion berkapasitas 50,4 volt dalam bentuk baterry management unit yang berfungsi untuk menyalurkan tenaga motor assist lebih cepat lagi ke mesin, tuas modus berkendara, junction unit, down regulator serta Alternating Current Generator (ACG) starter sebagai motor assist untuk pemicu tenaga.

"Fungsi motor assist pada ACG starter yang berfungsi sebagai pemicu tenaga di model mesin berbahan bakar bensin, kemudian pada material inti starter yang menggunakan plat baja elektromagnetik maka didapatlah sebuah motor listrik yang kompak," paparnya.

Dengan bantuan ACG Starter, torsi akan meningkat 20-30 persen (dari PCX bensin), assist ini membutuhkan waktu 3 detik mulai dari awal pengoperasian sampai mendapatkan torsi yang maksimal, assist ini diatur berdasarkan bukaan throttle pada PDU, dengan demikian, performa tinggi PCX dapat dipertahankan pada putaran mesin bawah dan tengah sehingga gas menjadi semakin responsif seperti sebuah mesin 200 cc.

Mengacu data spesifikasi, PCX standar, mesin 150 cc-nya mampu menjanjikan 14,5 daya kuda pada 8.500 rpm serta torsi 13,2 Nm pada 6.500 rpm, sementara pada PCX hybrid, tenaganya bertambah menjadi 16,3 daya kuda yang dicapai pada 3.000 rpm serta torsinya menjadi 17,5 Nm pada 3.000 rpm. 

Motor assist-nya dapat dicapai baik saat bukaan gas awal atau pun saat ingin berakselerasi menambah kecepatan. Assist ini akan berfungsi saat berakselerasi, selama tiga detik pertama akan menambahkan torsinya. 

"Motor assist ini didapatkan pada start awal dan pada saat akselerasi atau saat membutuhkan, jadi pada saat kita mau nyalip pas kita betot gas pasti akan dapat torsi besarnya," jelas Prastya.

Saat gas ditarik secara spontan, PDU akan mengatur bukaan throttle, putaran mesin juga motor assist pada ACG Starter berputar lebih cepat, sehingga didapatkan torsi yang lebih besar. Pada saat yang bersamaan, daya pada baterai akan terserap menuju ACG Starter dan energinya akan berkurang, saat tuas gas dilepas atau deselerasi, PDU akan mengatur untuk mengisi daya ulang baterai dengan memanfaatkan kinetic energy recovery system. 

Tak hanya itu, pengendara juga dimanjakan dengan pilihan 3 modus berkendara; Drive, Sport, dan Idling, yang dapat diatur dengan mengubahnya pada tuas yang menyerupai tuas passing lamp pada motor sport. 

Perbedaan ketiganya ada pada tenaga yang dirasakan. Drive mode untuk pengaturan berkendara yang santai dan nyaman dengan bantuan motor assist namun tetap menjaga efisiensi bahan bakar, Sport mode untuk akselerasi lebih responsif dan performa lebih bertenaga, sedangkan Idling mode berkendara tanpa fitur Idling Stop yang tenaganya sama pada Drive mode. (mul/biz)