DPPU Supadio Diresmikan dengan Kapasitas Stok Avtur 1.500 KL

Advertorial

Editor Jindan Dibaca : 302

DPPU Supadio Diresmikan dengan Kapasitas Stok Avtur 1.500 KL
Peresemian DPPU Supadio oleh Pertamina
KUBU RAYA, SP - Pertamina lewat  Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VI Kalimantan meresmikan Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Supadio, Senin (1/10). DPPU baru tersebut memiliki kapasitas stok bahan bakar Avtur lebih dari sebelumnya. Dari yang semula hanya menampung sekitar 1.075 KL, kini meningkat jadi 1.500 KL. 

Direktur Pemasaran Korporat Pertamina, Basuki Trikora Putra mengatakan DPPU baru akan meningkatkan pelayanan dan ketahanan stok bahan bakar jenis avtur di Bandara Internasional Supadio, Kubu Raya. Lokasi DPPU Supadio baru ini berada di Jalan Arteri Supadio, berdekatan dengan area bandara komersial pindah dari lokasi sebelumnya yang berada di komplek TNI AU.

"Pembaharuan DPPU Supadio ini merupakan 1 dari 11 proyek pembangunan dan pengembangan DPPU yang tersebar di seluruh Indonesia," kata Basuki Trikora Putra yang akrab disapa Tiko ini dalam sambutannya.

Dia menjelaskan, hal ini Pertamina lakukan guna mendukung program pemerintah dalam modernisasi infrastruktur khususnya pada sektor penerbangan. Dengan total investasi mencapai Rp200 Miliar, keberadaan DPPU baru ini dapat mendukung operasi dan pertumbuhan lalu lintas udara dari dan ke Kalimantan Barat. 

“Tidak hanya memberikan efek langsung bagi dunia penerbangan Indonesia, adanya DPPU Supadio baru ini mampu memberikan multiplayer effect di berbagai aspek lain," sebutnya.

"Dengan meningkatnya jumlah penerbangan yang dapat dilayani oleh DPPU Supadio, tentunya akan menambah geliat pariwisata dan perdagangan di Kalimantan Barat," imbuh Tiko. 

Selain itu, Pertamina juga menambah fasilitas pengisian berupa kendaraan refueler untuk kegiatan into plane operation yang diharapkan mampu mendukung operasional Bandara Internasional Supadio. 

Dari sisi teknologi, DPPU yang peletakan batu pertamanya dilaksanakan pada 25 November 2016 ini telah menggunakan sistem operasi Terminal Automation System (TAS) terpusat pada control room yang terintegrasi ke seluruh instrumen sarana dan fasilitas penerimaan, penimbunan, serta penyaluran.

“Tahun lalu saja bandara ini dapat melayani hampir 4 juta penumpang, 9 maskapai, dan sekitar 15 destinasi domestik dan internasional. Ditambah lagi pertumbuhan penumpang bandara Supadio yang relatif tinggi sekitar 15 persen per tahun, kami optimis keberadaan DPPU baru ini dapat menjawab dinamika tersebut," tutupnya. (bls)