PLN Komitmen Terangi Desa di Kalbar

Advertorial

Editor Admin Dibaca : 75

PLN Komitmen Terangi Desa di Kalbar
GEMBIRA - Warga Desa Pasir Mayang, Kecamatan Jelai Hulu, Kabupaten Ketapang tampak gembira menyambut listrik yang akan segera menyala di desa mereka. IST
PONTIANAK, SP - Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UPPK) Kalbar sepanjang tahun 2018 telah berhasil melakukan penyalaan delapan desa untuk proyek yang dilaksanakan di tahun 2016. Kemudian penyalaan enam dusun dan 13 desa untuk proyek yang dilaksanakan di tahun 2017. Sementara untuk proyek yang dilaksanakan di tahun 2018 ini, direncanakan sebanyak 12 desa.

“ Dari total 12 desa yang kami rencanakan, saat ini ada enam desa yang sudah 100 persen selesai dilaksanakan proses pembangunan dan perluasan jaringan listriknya. Sisanya diperkirakan akan rampung diakhir Desember ini,” kata Gurit Bagaskoro, Manajer UPPK Kalbar, Jumat (21/12).

Diakuinya pula bahwa sepanjang tahun 2018 ini, pihaknya telah membangun Jaringan Tegangan Menegah (JTM) sepanjang 66,65 kms, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 34,5 kms dan gardu distribusi sebanyak 22 unit dengan total kapasitas sebesar 1.500 kVA. Dengan pembangunan dan perluasan jaringan tersebut, diharapkan dapat melayani penambahan pelanggan sebanyak 1.757 pelanggan.

Desa Petebang Jaya dan  Pasir Mayang Kecamatan Jelai Hulu Kabupaten Ketapang, adalah salah satu desa yang sebentar lagi akan menikmati listrik dari PLN. Pasalnya pembangunan dan perluasan jaringan listrik tegangan menengah dan tegangan rendah sedang dibangun di sana.  Hingga saat ini, progres pekerjaannya sudah mencapai 85  persen.

Desa Pasir Mayang dan Desa Petebang Jaya serta dua desa lainnya, yakni Desa Sidari dan Rangga Intan merupakan satu paket proyek ketenagalistrikan yang dilaksanakan oleh UPPK Kalbar sejak tahun 2017. Akses jalan yang kurang baik menjadi kendala utama penyelesaian proyek. Jarak antara Tumbang Titi ke Desa Petebang Jaya dan Pasir Mayang kurang dari 10 km, namun dikarenakan kondisi jalan yang rusak, maka diperlukan waktu sekitar 1 jam lebih untuk sampai di desa tersebut.

“Medan yang berat  dikarenakan kondisi jalan dan jembatan yang rusak merupakan salah satu penyebab lambatnya penyelesaian proyek ini. Beruntung dukungan warga setempat cukup besar, sehingga banyak pekerjaan-pekerjaan proyek terutama pengangkutan material dibantu oleh warga sekitar dapat diselesaikan. Saat ini tinggal beberapa tiang JTM dan JTR saja yang akan selesai didirikan,” ungkap Seniman (22), salah seorang pekerja proyek.

Menurut Seniman, kondisi cuaca yang kurang baik juga menghambat penyelesaian pekerjaan. Biasanya pengawas pekerjaan akan menghentikan seluruh aktifitas pekerjaan, jika cuaca memburuk, sebab faktor keselamatan kerja harus pula diperhatikan. Keberadaan listrik bagi warga Desa Petebang Jaya dan Pasir Mayang merupakan sebuah anugerah yang tak terhingga. Berpuluh tahun warga mendambakan masuknya listrik PLN ke desa mereka.

“Dari sejak lahir, besar dan tinggal di Desa Pasir Mayang ini, saya sama sekali belum pernah menikmati listrik. Listrik dan jalan merupakan dua hal yang sangat kami idam-idamkan. Untuk memenuhi kebutuhan penerangan, kami biasanya menggunakan genset. Untuk satu hari diperlukan sekitar 2 liter minyak solar yang harganya disini sekitar Rp10 ribu hingga Rp12 ribu," terang dia.

Berarti untuk satu bulan, pengeluaran warga rata-rata sekitar Rp600 ribu hingga Rp700 ribu. Itupun hanya untuk penerangan lampu saja. Lama kelamaan banyak warga yang tidak mampu membeli solar untuk menghidupkan genset di rumahnya masing-masing.

"Makanya untuk mengakalinya, biasanya jika anak-anak ingin belajar di malam hari, kami mengikatkan lampu senter di kepala mereka, agar mereka bisa belajar,” cerita Aloysius (44), salah seorang warga Desa Pasir Mayang.

Dikatakannya pula, ketidakmampuan warga desa dalam memenuhi kebutuhan penerangan dan lain-lainnya, tentunya berimbas pada pola kehidupan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi masyarakat desa juga terbilang lambat, karena akses jalan dan ketiadaan listrik. Banyak warga yang kadang sering menumpang ke rumah tetangganya yang tergolong mampu jika ingin menonton televisi.

“Kesedihan dan kesusahan yang kami rasakan selama ini akan berakhir dengan masuknya listrik, meski kondisi jalan masih rusak. Buat kami listrik yang akan segera masuk menjadi anugerah yang tak terhingga. Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah melalui PLN yang telah membantu meringankan beban hidup warga Desa Pasir Mayang dengan masuknya jaringan listrik ke desa kami ini,” kata Aloysius.

Dengan masuknya listrik d itengah-tengah kehidupan warga desa, menjadi harapan baru dalam memperbaiki kehidupan mereka. Anak-anak akan mudah jika ingin belajar, seluruh aktifitas warga tidak akan terganggu lagi. Berdasarkan laporan warga, beberapa waktu yang lalu ada oknum yang mengaku sebagai petugas PLN yang menawarkan paket pemasangan listrik dengan harga yang lumayan mahal.

Informasi yang didapatkan warga pun simpang – siur. Banyak warga berharap adanya sosialisasi resmi dari PLN,  terkait informasi prosedur dan biaya pemasangan listrik sehingga tidak menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat serta menjadi peluang bagi para oknum yang akan merusak nama PLN, dan merugikan masyarakat desa. (*)