Himpi Kalbar Menang Kompetisi Start Up di Luar Negeri

Advertorial

Editor Admin Dibaca : 82

Himpi Kalbar Menang Kompetisi Start Up di Luar Negeri
JUARA - Perwakilan Hipmi Malbar menjuarai kompetisi Start Up tingkat internasional.
PONTIANAK, SP - BPD HIPMI Kalbar kembali mencetak prestasi di kancah internasional dalam
Kompetisi Start Up di Negeri Serawak. 

Perjuangan tim Startup HIPMI Kalbar selama hampir empat bulan dalam kompetisi tingkat Asia ini, akhirnya membuahkan hasil.

Pengumuman lomba yang diumumkan pada tanggal 29 Desember lalu, menjadi hadiah di akhir tahun 2018.  

Dia utusan Business Start Up dari Pengurus BPD HIPMI Kalbar menjadi pemenang. Yang membanggakan pemenang utama adalah dari Indonesia yang diraih oleh BorneoSkyCam dan pemenang kategori Best Idea adalah MyAgro. Masing-masing mendapatkan grandprize ribuan ringgit dan mendapat akses promotif ke pasar internasional.

Uray Tiar Fahrozi yang merupakan Ketua Bidang Agribisnis, Agroindustri dan Kemaritiman BPD HIPMI Kalbar yang juga merupakan CEO dari Myagro seperti yang  dikatakan dalam status Facebooknya “Alhamdulillah, hadiah akhir tahun. Jalani prosesnya biar hasilnya Allah azza wa jalla yang tentukan. Kategori The Best Idea dalam Event Start Up Borneo Event Sarawak Malaysia” dan dari status Facebooknya juga  mengucapkan terimakasih dan merasa bersyukur atas pencapaian yang diraih dan dukungan  yang diberikan oleh Ketua Umum BPD HIPMI Kalimantan Barat, Denia Yuniarti Abdussamad atas peluang dan support yang diberikan kepada kader-kader untuk berkarya seluas mungkin. 

Hajon Mahdy Mahmudin, CMO Borneo Skycam yang juga merupakan Ketua Kompartemen Start Up BPD HIPMI Kalbar memberikan pernyataan terkait kemenangan BorneoSkyCam dalam kompetisi start up tingkat asia tersebut. 

“Kami berharap, kemenangan ini membuka pintu stakeholder untuk melihat riset kami ini, sehingga bisa bekerjasama dengan kami untuk melanjutkan riset ini sampai bisa jadi sebuah produk yang bisa digunakan sebagaimana mestinya, karena pesawat ini multiguna kedepannya. Selain bisa digunakan untuk pemetaan lahan luas, bisa digunakan untuk surveilence militer, bahkan bisa sebagai BTS mobile ke daerah pedalaman,” ujarnya. 

Kompetisi Star Up Borneo Tingkat Asia yang diselenggarakan di Malaysia ini membutuhkan waktu hampir empat bulan. 

"Agak berbeda dengan kompetisi serupa yang biasanya diselenggarakan dalam waktu satu atau dua hari," terangnya. 

Tiga Start Up dari Pontianak yaitu MyAgro,  Borneosky Cam dan Angkuts yang merupakan perwakilan startup dari Indonesia dan HIPMI Kalbar, mengikuti seleksi tahap awal di Event Start Up Borneo 2nd Pre Pitching pada  tanggal 17 sampai 18 Agustus 2018. 

Kemudian pada bulan Oktober 2018 Mayagro dan Borneosky Cam lolos tahap selanjutnya, yaitu Final Pitching bertepatan dengan Fasitival Markers Meet di Perpustakan Negeri Serawarak. 

Ketua Umum HIPMI Kalbar, Denia ketika dihubungi merasa bersyukur dan bangga atas pencapaian rekan-rekan. 

“Selamat buat MyAgro dan BorneoSkyCam. Ini merupakan kado akhir tahun, dan sebuah kepuasan tersendiri bagi kami jika melihat kawan-kawan dapat memanfaatkan networking positif dalam berHIPMI seoptimal mungkin. Tahun 2019 akan lebih giat lagi kami mencetak prestasi, business start up di Kalimantan Barat bisa diandalkan jika di kompetisikan ke level internasional," kata Denia. 

Menurutnya, ini indikator generasi wirausahawan milenial Kalbar punya potensi. 

"Harapan kami pemerintah juga atensi dan dapat memaksimalkan aset-aset milenial KalBar dalam mewujudkan Kalbar maju, karena kami di HIPMI Kalimantan Barat sebagai wadah pemersatu wirausahwan muda dalam berhimpun, berkarya berprestasi dan saling menjaga spirit. Pemeritah sebagai stakeholder dapat mengambil peran lebih kongkrit, ” tutur Denia. (*)