Sekretaris Restorasi Gambut Kalbar Raih Gelar Doktor

Advertorial

Editor Admin Dibaca : 105

Sekretaris Restorasi Gambut Kalbar Raih Gelar Doktor
PONTIANAK, SP - Sekretaris Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD) Kalbar, Ir Fiera Budiarsyah Arief, M.Si, berhasil meraih gelar strata tiga (S3). Kini, pria yang juga merupakan dosen di Fakultas Pertanian Untan ini, resmi menyandang gelar Doktor.    

Adapun sidang promosi Doktor terhadap Fiera, berlangsung pada Kamis (17/1). Ia berhasil mempertahankan Kajian Disertasi yang berjudul Reklamasi Lahan Gambut Menggunakan Lumpur Laut untuk Pertanaman Jagung (Zea Mays L) di Kabupaten Kubu Raya.    

Sidang sendiri berlangsung di Aula Program Studi Doktor Ilmu Pertanian Pascasarjana Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Di hadapan promotor pertama, Prof Dr Ir H Suntoro Wongso Atmojo, M.S, dari UNS. Kedua Prof Dr Ir H. Saeri Sagiman, M.Sc., dari Untan Pontianak, dan ketiga Dr Ir H Joko Sutrisno, M.Si., dari UNS.    

"Alhamdulillah, dengan perjuangan yang cukup panjang, akhirnya saya bisa menyelesaikan tugas pendidikan ini," ujar Dr Ir Fiera Budiarsyah Arief, M.Si, saat dihubungi Suara Pemred, Jumat (18/1).     

Yang lebih membahagiakan, lanjut Fiera, saat sidang promosi, ia didampingi oleh Ketua Badan Restorasi Gambut (BGR) Republik Indonesia, Ir Nazier Fuad, M.Sc dan Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman, dan Lingkungan Hidup Kalbar, Ir Adi Yani, M.H, yang juga menjabat sebagai Ketua Harian TRGD Kalbar.     

"Saya berterima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung. terutama kepada keluarga, sanak saudara, rekan-rekan di GRB dan TRGD Kalbar," paparnya.    

Berdasarkan hasil kajian Disertasi, Fiera menjelaskan bahwa karakteristik gambut dangkal (kurang dari dua meter) dan gambut dalam (lebih dari dua meter) berbeda. Di mana gambut dangkal masuk Typic Haplohemist (histosol dengan tingkat kematangan hemist atau sedang) dan gambut dalam masuk Typic Haplofibris (Histosol dengan tingkat kematangan fibris atau mentah).    

"Tidak semua lumpur laut (LL atau coastal sediment) dapat digunakan sebagai amelioran di lahan gambut. Hanya LL dengan pH awal basa (lebih dari 7) dan kandungan liat tinggi (tekstur liat lebih dari 80 persen) yang dapat digunakan," kata Fiera.    

Adapun LL, lanjut Fiera, memiliki potensi sebagai pengganti penggunaan Kapur Dolomit atau kapur pertanian yang selama ini digunakan. Sementara di Kalbar tidak punya sumber kapur.    

"Memang ada Kampung Kapur, tetapi selama ini kapur di Kalbar harus di datangkan dari Jawa," pungkasnya. (mul/biz)