Senin, 14 Oktober 2019


Layangan Nyangkut di Gardu Induk Parit Baru, Ancam Pasokan Listrik Kalbar

Editor:

Admin

    |     Pembaca: 254
Layangan Nyangkut di Gardu Induk Parit Baru, Ancam Pasokan Listrik Kalbar

Layangan nyangkut di gardu induk Parit Baru

PONTIANAK, SP - Pasokan listrik di sistem Khatulistiwa, nyaris terputus akibat tersangkutnya layangan di Disconecting Switch (DS) instalasi gardu induk Parit Baru, Kubu Raya, kemarin.

Sebagaimana diketahui, sistem Khatulistiwa menyalurkan energi listrik di Kota Pontianak, Kubu Raya, Mempawah, Singkawang, Sambas, Bengkayang, Landak dan Tayan.

Menurut Manajer Unit Pelaksana Pengaturan dan Penyaluran Beban (UP3B) Kalbar, Ricky Faisal,
kejadian ini termasuk luar biasa karena berpotensi menyebabkan terputusnya pasokan listrik hingga terjadinya padam secara meluas dan dalam durasi yang cukup lama.

Karena sistem kelistrikan khatulistiwa sudah menginterkoneksi pasokan listrik di 7 kota dan kabupaten maka pastinya layang-layang tersebut akan mengganggu semua wilayah tersebut.

"Sangkutnya layang-layang di DS Gardu Induk Parit Baru dapat memutus pasokan listrik sebesar 30 MW," kata Ricky.

Menurutnya selama ini GI Parit Baru termasuk lokasi yang jarang sekali terganggu dengan keberadaan layang-layang, namun kejadian kemaren itu sangat luar biasa, layang-layang langsung menyentuh instalasi DS.

GI Parit Baru memang belum diprotect dengan sistem jaring laba-laba seperti GI di lokasi lainnya karena selama ini instalasi GI nyaris tidak pernah tersentuh layang-layang. 

Namun masih beruntung karena layang-layang yang menyangkut di DS tidak bertali kawat, sehingga kejadian kemaren tidak langsung menyebabkan korlseting  atau hubungan singkat, namun jika terjadi hujan pastinya layang-layang yang semula bersifat isolator akan menjadi konduktor dan siap menghantarkan listrik hingga terjadi hubungan singkat

Lebih lanjut Ricky mengimbau agar  masyarakat tidak bermain layang-layang terutama yang bertali kawat di dekat jaringan listrik karena akan mengancam keberlangsungan pasokan listrik.

Sementara itu menurut Saliman (48), warga Parwasal Siantan, sekarang  banyak warga yang bermain layang-layang terutama saat cuaca cerah di sore hari, keberadaannya sungguh sangat mengganggu.

Bukan hanya anak-anak tapi banyak pula orang dewasa. Kadang mau tegur khawatir malah jadi ribut padahal keberadaannya sangat mengganggu bahkan mengancam keselamatan bersama. 

"Perlu perhatian aparat terkait untuk menangkap dan menertibkan mereka karena sudah sangat meresahkan, bila perlu dihukum berat agar mereka jera," ucapnya. (*)