Disporapar Kalbar Genjot Kunjungan ke Perbatasan

Advertorial

Editor Kiwi Dibaca : 118

Disporapar Kalbar Genjot Kunjungan ke Perbatasan
PONTIANAK, SP - Kunjungan wisatawan mancanegara ke daerah perbatasan (Crossborder) di Kalbar terbilang cukup besar. Hal dibuktikan saat diselenggarakannya Festival Crossborder 2019, di Entikong, Kabupaten Sanggau dan Aruk, Kabupaten Sambas, beberapa waktu lalu.  

Pada dua tempat festival tersebut, tercatat sekitar 10.000 wisawatan mancanegara yang masuk ke Indonesia melalui dua pintu Pos Lintas Batas Negara (PLBN). Angka ini tentu saja sangat besar dan menggambarkan akan potensi pengembangan wisata Crossborder di Kalbar.
 

Besarnya potensi pengembangan wisata di perbatasan, disampaikan oleh Sekretaris Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kalbar, Windy Prihastari saat menjadi narasumber pada Workshop Weekend Market Crossborder.  

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI, di Hotel Golden Tulip Pontianak, Kamis (14/3).

Workshop Weekend Market Crossborder dihadiri oleh Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar RI, Adella Raung, yang didampingi beberapa Asisten Deputi (Asdep).  

Selain itu, Hadir pula Ketua dan tim Co Branding Kemenpar RI, Kadis Pariwisata dan Budaya Kaltara, Kadisporapar Kabupaten/Kota di Kalbar, serta beberapa kepada OPD Pemprov Kalbar.  

Dalam paparan mengenai Strategi Pengembangan sebagai Langkah untuk Pembangunan di Daerah Crossborder, Windy menyampaikan bahwa Disporapar Kalbar telah merencanakan dan melaksanakan beberapa kegiatan. Di antaranya adalah mendukung berbagai kegiatan di perbatasan Kalbar.
 

"Pemprov Kalbar sendiri telah menyusun langkah dan strategi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke perbatasan. Di antaranya adalah pembangunan infrastruktur, kerja sama Sosek Malindo, percepatan indeks desa membangun, destinasi terpadu, kerja sama investor, dan menyelenggarakan event," ujar Windy.
 

Windy menjelaskan, Disporapar Kalbar sangat mengapresiasi adanya Workshop Weekend Market Crossborder yang diselenggarakan oleh Kemenpar RI. Kegiatan tersebut adalah sebagai salah satu upaya dalam peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke daerah perbatasan (Crossborder).
 

"Semakin banyak kunjungan wisata ke perbatasan, maka bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan. Hal ini tentunya menjadi salah satu tujuan pembangunan masyarakat," paparnya.  

Disporapar Kalbar berharap agar Workshop Weekend Market Crossborder menghasilkan rumusan dan solusi terbaik dalam pengembangan dan peningkatan pariwisata di perbatasan. Utamanya adalah dengan kerja sama semua pihak.  

"Sektor pariwisata bukan sektor yang berdiri sendiri, namun industri multi sektor, yang melibatkan banyak pihak dan berdampak multiplier effect bagi masyarakat luas. Untuk itu, mari terus bekerja sama," pungkas Windy.  

Akses ke PLBN di Kalbar sebagai pusat Crossborder juga semakin baik. PLBN Aruk di Sambas, Entikong di Sanggau, dan Badau di Kapuas Hulu, bahkan menjadi salah satu destinasi wisata Crossborder. Bangunan megah, jalan yang bagus, dan beberapa pilihan wisata juga ada di batas negara Indonesia. (mul/biz)


Komentar