Rabu, 20 November 2019


Dukung Pontianak Fashion Corak Insang

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 151
Dukung Pontianak Fashion Corak Insang

ilustrasi

KEPALA Disporapar Kalbar, Dra Natalia Karyawati, ME, yang didampingi Kepala Bidang (Kabid) Ekonomi Kreatif dan Sarana Prasarana, Heri Nurhasbi, menghadiri Fashion Show Corak Insang. Kegiatan yang merupakan rangkaian Grand Opening Gedung UMKM Centre Pontianak tersebut, Sabtu (24/3).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Walikota Pontianak, Ir H Edi Rusdi Kamtono, MM., MT dan Ketua Dekranasda Kota Pontianak, Yenni Kamtono. Kadisporapar mengaku bangga dengan adanya kegiatan tersebut, karena menjadi wadah pengenalan akan potensi wisata di bidang industri.

"Pontianak Fashion Corak Insang, merupakan cara melestarikan Khasanah Kearifan Lokal. Harus terus kita kembangkan, karena modal pengembangan pariwista itu sendiri," kata Natalia.

Ada sembilan karya terbaik dari anggota yang tergabung dalam Himpunan Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Himpu) Kota Pontianak ditampilkan oleh para peragawati dalam Pontianak Fashion Corak Insang Himpu 2019 di UMKM Center. Selain sembilan karya fashion dari Himpu, juga turut ditampilkan satu karya desainer nasional, Anaz Mahfud dan satu karya Dekranasda Kota Pontianak.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengatakan, fashion merupakan salah satu dari 15 ekonomi kreatif (ekraf). Ia berharap Pontianak Fashion Corak Insang ini bisa menjadi pemicu kreativitas pelaku ekraf di Pontianak. Untuk itu, pihaknya berupaya menggelar kegiatan atau even-even dalam rangka mendorong kreativitas warga Kota Pontianak. 

“Kegiatan pada malam hari ini merupakan salah satu pemicu awal dari tumbuhnya ekraf dan UMKM supaya bisa terus berkembang,” sebutnya.

Dengan semakin berkembangnya kreativitas dari penggiat ekraf maka perputaran perekonomian juga ikut bergairah sehingga mendorong pelaku ekraf terus berinovasi dan berkreasi untuk meningkatkan kualitas dan market share. 

"Selama ini, yang menjadi permasalahan di antaranya kualitas produksi, brand, masalah kemasan atau packaging, dan yang tak kalah pentingnya masalah pemasaran," kata Edi. (mul/biz)