Disporapar Akan Gelar Sayembara Branding Desa Wisata

Advertorial

Editor elgiants Dibaca : 108

Disporapar Akan Gelar Sayembara Branding Desa Wisata
ilustrasi
PONTIANAK, SP - Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Kalbar, akan menggelar sayembara brandig desa wisata. Sayembara ini bertujuan untuk mengangkat desa-desa wisata yang ada di Bumi Khatulistiwa. 

Menurut Kadisporapar Provinsi Kalbar, Natalia Karyawati, ada sekitar 20an Desa Wisata di Kalbar yang akan dibranding. Diharapkan dengan adanya branding tersebut, bisa menjadi tagline dan nilai jual wisata andalan di Kalbar yang bisa menarik kunjungan wisatawan ke Kalbar.

"Kita tengah persiapkan membranding pariwisata unggulan di Kalbar.
Membranding potensi pariwista kita, agar dapat dengan mudah dijual. Apa saja yang nantinya menjadi wisata unggulan yang kita miliki," ujar Natalia.

Natalia menuturkan, dari 20 desa terbaik tersebut, nantinya akan mengikuti sayembara. Untuk tiga terbaik dari branding desa pariwisata tersebut akan menjadi tagline yang akan dipakai untuk pariwisata di Kalbar.

"Nantinya setelah ada, ditentukan pemenang branding tersebut. Dan akan dipakai setiap event pariwisata dan sosialiasi di seluruh media dan dibakukan untuk Kalbar," tuturnya.

Saat ini pihaknya masih dalam persiapan, pada bulan Juni 2019 mendatang sayembagara tagline tersebut sudah akan diluncurkan dan akan dibakukan sebagai tagline pariwisata di Kalimantan Barat.

“Kita berharap, dengan adanya branding dan tagline dari desa wisata yang jadi terbaik tersebut, akan semakin dikenal dan meningkatkan kunjungan pariwisata di Kalbar,” papar Natalia.

Kadisporapar berharap, semua pihak bisa bekerjasama untuk meningkatkan pengelolaan desa wisata di sleuruh Kalbar. Baik melalui Pemkot/Pemkab dan stakeholder lainnya.

“Desa ini kan adanya di Kabupaten, sehingga kita akan terus meningkatkan koordinasi dan komunikasi dengan semua pihak. Saat ini, desa-desa dengan anggaran yang besar, semakin berkembang,” katanya.

Salah satu pembinaan dan pengemabngan desa wisata dilakukan oleh Bank Indonesia Wilayah Kalbar. Dengan fokus pengembangan ekonomi lokal atau local economy development, terutama potensi wisata di desa-desa.

Pengembangan Desa Wisata Tenun Sambas, bisa jadi contoh branding desa wisata lainnya. Kemudian ada Dusun Semberang, Desa Sumber Harapan, yang sejak 2018telah dikembangkan menjadi Desa Wisata. Sehingga ada geliat ekonomi kepada penjual-penjual kue, pramuwisata. 

Desa wisata juga bisa dikembangkan melalui komunitas-komunitas yang sudah terbentuk. Semuanya akan mengembangkan ekonomi secara menyeluruh, yang secara tidak langsung dengan sendirinya produk akan juga langsung ikut terjual. (mul/biz)

Komentar