PLN Jaga Pasokan Listrik Saat Ramadan

Advertorial

Editor M. Eliazer Dibaca : 76

PLN Jaga Pasokan Listrik Saat Ramadan
Media briefing PLN bersama media terkait upaya yang dilakukan untuk pengemanan pasokan listrik di Kalbar selama bulan Ramadan
PONTIANAK, SP – Senior Manager Teknik dan Distribusi PLN UIW Kalbar, Huslan Husain, mengatakan pihaknya berupaya menjaga pasokan listrik di Kalbar selama bulan puasa Ramadan 2019.

Selama Ramadan, PLN menyiagakan 1.464 personel di 111 kantor pelayanan di seluruh Kalbar untuk memastikan kesiapan jaringan listrik sampai ke pelanggan dan melakukan pemangkasan dahan dan ranting pohon yang mengenai jaringan listrik.

“Kita bersama dinas terkait juga rutin melakukan patroli layang-layang yang menggunakan tali kawat,” kata Huslan kepada wartawan, dalam media briefing pengamanan pasokan listrik menyambut Ramadan, kemarin.

Sejumlah peralatan, seperti 108 mobil dan 204 motor juga disiagakan untuk menjaga pasokan listrik tetap terjaga.

“Personel dan peralatan kita siagakan 24 jam. Kami berkomitmen menjaga pasokan listrik untuk masyarakat,” ujar Huslan.

Penggunaan daya listrik dimasyarakat saat Ramadan, cendrung selalu meningkat pada saat memasuki beban puncak. Namun kondisi ini tidak lagi dikhawatrikan. Pasalnya, daya listrik di Kalbar mencapai 650 Megawat (Mw) telah melebihi beban puncak penggunaan listrik sebesar 400 Mw.

“Saat Ramadan, beban puncak naik 50 Mw, jadi 450 Mw. Dengan daya maupun tambahan beban puncak, kita tetap surplus,” yakinnya.

Selama Ramadan, PLN juga rutin melakukan inspeksi jaringan di lapangan dan membantu melakukan pengecekan  mesin ganset di tempat ibadah. 

“Kemarin kita sudah bertemu dengan MUI Kalbar di Masjid Mujahidin dan kami juga melakukan pemeriksaan genset yang ada di masjid,” kata dia.

Sementara Manager Unit Pelayanan Pelanggan, ULP Pontianak, Erif Hermawan menyebutkan, di wilayah Kota Pontianak beban puncak saat Ramadan sebesar 65 Mw. Naik lima persen dari hari biasa.


“Biasanya 60 Mw, naik lima persen saat Ramadan. Estimasi beban puncak pukul 17.00 WIB sampai 22.00 WIB, naik lagi saat waktu sahur, apalagi saat Ramadan biasanya ada penambahan lampu di rumah-rumah masyarakat,” kata Erif.


Saat Ramadan, Erif mengatakan, pihaknya akan mengintensifkan razia permainan layangan, terutama yang menggunakan tali kawat. PLN menurunkan lima tim yang menyebar untuk memantau lokasi yang digunakan bermaian layangan.


Gangguan listrik di Pontianak yang disebabkan permainan layangan, berdasarkan data yang disampaikan PLN sebesar 22 persen. Sementara gangguan karena ranting atau dahan pohon yang mengenai jaringan listrik sebesar 57 persen.


“Untuk mengatasi agar jaringan listrik kita aman dari dahan pohon, kita rutin  melakukan kerja sama dengan pemerintah daerah melakukan pemotongan dahan dan ranting pohon. Namun untuk pohon milik mayarakat, kita harap juga mereka melakukan hal yang sama agar jaringan listik tidak terganggu,” imbuhnya. (jee)