Senin, 23 September 2019


Untan Bidik KBA Sungai Jawi sebagai Tempat Pengabdian Masyarakat dengan Cara Pengelolaan Lingkungan Sehat

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 140
Untan Bidik KBA Sungai Jawi sebagai Tempat Pengabdian Masyarakat dengan Cara Pengelolaan Lingkungan Sehat

Penyerahan bantuan kepada pengurus KBA Sungai Jawi untuk peningkatan pengembangan kapasitas kemampuan masyarakat di sekitar.

PONTIANAK, SP  - Eksistensi Kampung Berseri Astra (KBA) Sungai Jawi, menjadi pilihan terbaik Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak. Melalui lembaga pengembangan kewirausahaan dan inovasi, Untan menjadikan KBA Sungai Jawi sebagai tempat implementasi pengabdian pada masyarakat.

KBA Sungai Jawi, yang terletak di tiga RT, yaitu RT 16,22, dan 23 Kelurahan Sungai Jawi, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak, adalah salah satu bentuk program kontribusi sosial berkelanjutan Astra Group di Kalbar, yang mengimplementasikan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.

Terintegrasi untuk pengembangan masyarakat dengan konsep pembangunan empat pilar program berkelanjutan, yaitu Lingkungan, Pendidikan, Kesehtaan, dan Kewirausahaan. Dengan program ini, masyarakat di tiga RT tersebut, mendapat support langsung dari Astra Group di Kalbar, dalam peningkatan derajat taraf hidup dan kemanusiaan.

"Konsep ini lah yang mengundang kami untuk turut berbuat. Melalui serangkaian identifikasi masalah dan survei beberapa waktu, maka kami akan segera merealisasikan bentuk kerja samanya," kata Direktur Kewirausahaan Mandiri Untan, Fahrurrazi. 

Dengan adanya berkolaborasi bersama, lanjut Fahrurrazi, yaitu antara masyarakat, Astra Group, dan kalangan akademisi dari Untan, maka akan terwujud wilayah yang bersih, sehat, cerdas, dan produktif. Yang pada akhirnya, akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat itu sendiri.

Melalui identifikasi masalah terhadap program KBA, paparnya, dicari apa sebenarnya yang jadi kendala dan apa yang telah dicapai pada tahun sebelumnya. Untuk kemudian, mencari formulasi yang diharapkan semakin meningkatkan semua pola pengembangan masyarakat.

"Setelah kita petakan program apa yang cocok dan kita berkompeten, untuk mendukung Astra dalam meningkatkan level KBA Sungai Jawi, maka 
yang kita kejar adalah bagaimana program ini bisa memberikan manfaat kepada masyarakat," paparnya.

"Dari sekian banyak program, akhirnya kita fokus pada pembinaan lingkungan. Peningkatan kapasitas lingkugan, dengan sendirinya akan menguatkan empat pilar yang lainnya," lanjut Fahrurrazi.

Dari isu lingkungan, sambung Fahrurrazi, maka bisa dikembangkan mengembangkan aspek kesehatan, pendidikan, dan kewirausahaan. 
Gambarannya, adalah program yang dilakukan, yaitu yang pertama Pendataan Golongan Darah, dengan tujuan agar KBA bisa jadi kampung anti Demam Berdarah (DBD).

“Intinya adalah menyiapkan kebutuhan darah, sehingga mudah mendapatkanya bagi mereka yang sangat butuh. Masalah kebutuhan darah, bisa diselesaikan oleh masyarakat kampung itu sendiri. Program ini, dilakukan dengan mensosialisasikan ke masyarakat, agar rutin mendonorkan darahnya," tutur Fahrurrazi.

Yang kedua adalah pengolahan sampah. Di KBA Sungai Jawi, ada Bank Sampah, yang belum dikelola secara optimal, terutama konektifitas pemanfaatan dengan masyarakat. Dengan adanya Bank Sampah, maka masyarakat harus bisa mengolah jadi nilai materi.

"Oleh karenanya, program yang kita buat adalah bagaimana sampah bisa dipilah, organiknya bisa di kelola Bank Sampah, anorganik dikelola menjadi pupuk untuk penghijauan,” ucapnya.

"Hilangnya sampah semakin menyehatkan lingkungan, hasil dari pengelolaan sampah juga bisa meningkatkan pendapatan. Inovasi ini yang akan kite realisasikan segera," pungkas Fahrurrazi. (mul)