Bank Mandiri Gelar Pontianak Lion Dance International Championship 2019

Advertorial

Editor Mul Dibaca : 90

Bank Mandiri Gelar Pontianak Lion Dance International Championship 2019
Bank Mandiri terus berinovasi dalam mengembangkan aktivitas untuk meningkatkan kepercayaan nasabah. Kali ini, perseroan berkerja sama dengan Yayasan Bhakti Suci (YBS), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalbar, dan Ferderasi Olah Raga Barongsai Ind
PONTIANAK, SP - Bank Mandiri terus berinovasi dalam mengembangkan aktivitas untuk meningkatkan kepercayaan nasabah. Kali ini, perseroan berkerja sama dengan Yayasan Bhakti Suci (YBS), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalbar, dan Ferderasi Olah Raga Barongsai Indonesia (FOBI) menyelanggarakan Pontianak Lion Dance International Championship 2019.  

Pontianak Lion Dance International Championship 2019, merupakan turnamen barongsai terbesar antar negara se Asia diikuti beberapa negara antara lain Indonesia, Vietnam, Taipe, Singapura, Myanmar, Malaysia, Hongkong, China dan Australia. Sebagai tuan rumah Indonesia menurunkan 6 tim yakni Maha Virya (Banten), San Guo (Jateng), Tarakan (Kaltara), YPPK, All Star (Kalbar) dan Naga Langit (Sulsel).   

Area Head Bank Mandiri Kalbar, Ahadi Subri menjelaskan kegiatan ini merupakan turnamen terbesar dan sebagai bentuk apresiasi kepada nasabah, khususnya masyarakat Kota Pontianak dan sekitarnya, di mana pertama kalinya diselenggarakan dengan mengundang berbagai negara-negara Asia.  

“Pontianak Lion Dance International Championship 2019 akan menjadi ajang promosi Kalbar, khususnya Kota Pontianak. Di mana keikutsertaan peserta dari berbagai negara se Asia," tutur Ahadi.  

Turnamen ini juga memberikan kontribusi positif bagi Pemda, melalui dinas pariwisata, maka akan banyak wisatawan domestik maupun mancanegara yang mengunjungi Kota Pontianak, yang menjadi salah satu destinasi tujuan tempat liburan yang sangat berbeda dari daerah lainnya.  

Demi terwujudnya kelancaran turnamen ini, Bank Mandiri dan pihak panitia telah menyiapkan pembelian tiket di beberapa tempat dengan target penjualan hingga 4500 tiket.  

Adapun tempat pembelian tiket yakni Branch Mandiri KC Pontianak Diponegoro Pontianak, Bank Mandiri Outlet Prioritas S. Parman Pontianak, Yayasan Bhakti Suci Gajah Mada Pontianak, dan Vois (Perbasi) Pontianak.  

"Diharapkan dengan dibukanya tempat pembelian tiket ini dapat membantu para pengunjung untuk menyaksikan turnamen besar ini," papar Ahadi.  

Bank Mandiri juga memberikan diskon secara langsung hingga 50 persen, dalam pembelian tiket dengan menukarkan Fiestapoin baik menggunakan mandiri debit maupun mandiri kartu kredit ditempat yang telah kami siapkan. Khusus di Gor Perbasi kami juga memberikan diskon cash back 20 persen, menggunakan aplilkasi Link Aja.  

“Transaksi secara non tunai ini sebagai salah satu wujud kami untuk mendukung terciptanya less cash society di Kalimantan Barat dan mendukung program pemerintah Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT), kemudian kami akan memberikan diskon hingga 50% dengan menukarkan Fiestapoin bagi nasabah pengguna Mandiri Debit dan Mandiri Kartu Kredit serta cash back 20 persen, menggunakan Link Aja” tuturnya.  

Sebelumnya Bank Mandiri juga telah menyelenggarakan Mandiri Barongsai Festival IV pada 2018 lalu, dengan dimeriahkan berbagai acara yang menarik seperti pesta rakyat, pameran kuliner, pemilihan Gege Meimei Duta Budaya Tionghoa, parade naga bersinar dan barongsai serta ajang perlombaan kesenian olahraga Mandiri Barongsai Festival IV.  

Mandiri berkomitmen untuk terus mensupport olahraga barongsai dari ajang lokal Mandiri Barongsai Festival hingga ajang Internasional.  

Turnamen ini akan menjadikan tempat bertemunya tim-tim besar Barongsai se Asia, Bank Mandiri salah satu Bank BUMN terbesar akan terus berupaya memberikan yang terbaik demi kelancaran acara tersebut sesuai dengan visi misi spirit memakmurkan negeri.  

“Keterlibatan Bank Mandiri dalam turnamen ini merupakan wujud dari kepedulian kami terhadap budaya dan tradisi lokal, dimana kami menyadari seiring perkembangan zaman maka budaya dan tradisi lokal yang menjadi identitas diri bangsa Indonesia perlu dijaga eksistensi dan kelestariannya,” pungkasnya. (mul)