Sabtu, 21 September 2019


Natalia Harap Bidang Pariwisata Disporapar Kalbar Kembangkan Potensi Wisata

Editor:

Aep Mulyanto

    |     Pembaca: 80
Natalia Harap Bidang Pariwisata Disporapar Kalbar Kembangkan Potensi Wisata

Rapat Kerja Bidang (Rakerbid) Pariwisata se-Kalbar Tahun 2019. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Barat (Kadisporapar Kalbar), Dra Natalia Karyawati, ME, berharap semua perangkat di Bidang Pariwisata bisa mengembangkan p

PONTIANAK, SP - Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Barat (Kadisporapar Kalbar), Dra Natalia Karyawati, ME, berharap semua perangkat di Bidang Pariwisata bisa mengembangkan potensi yang ada  

Salah satu cara mengembangkan potensi-potensi tersebut adalah dengan cara memperbanyak promosi dan sosialisasi. Harapan ini disampaikan oleh Natalia saat membuka secara resmi Rapat Kerja Bidang (Rakerbid) Pariwisata se-Kalbar Tahun 2019.  

Kegiatan tersebut berlangsung di Grand Mahkota Hotel Pontianak, Selasa (25/6). Kegiatan tersebut diikuti oleh para Kabid Pariwisata Kabupaten/Kota se-Kalbar dan stakeholder yang membidangi pariwisata di Kota Pontianak.  

Di antaranya adalah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Generasi Pesona Indonesia (GenPi), dan beberapa pihak lainnya. Mengangkat tema “Wujudkan Pariwisata Kalimantan Barat yang Berdaya Saing”, Raker ini diharapkan bisa menyamakan persepsi dalam peningkatan bidang pariwisata di Kalbar.  

“Raker ini harus menghasilkan poin-poin yang bisa mengangkat derajat pariwisata di Kalbar. Untuk itu, semua peserta harus berperan aktif,” papar Natalia.  

Melihat perkembangan pariwisata di Kalbar yang terus meningkat, Natalia optimis, ke depannya Kalbar akan jadi salah satu destinasi wisata di Kalbar. Pemerintah Provinsi (Pemprov) sendiri, lanjut Natalia, terus memperbanyak event-event berskala nasional, untuk meningkatkan kunjungan.  

“Untuk itu, semua pihak harus saling dukung. Karena pengembangan pariwisata tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Harus ada kerja sama yang menguatkan,” lanjutnya.  

Natalia juga meminta semua stakeholder yang ada untuk meningkatkan pelayanan. Misalnya PHRI dengan hotel dan restorannya, harus semakin baik dalam semua pelayanan. Demikian pula pengusaha transport dan travel, sudah seharusnya selalu memberikan yang terbaik, agar wisatawan yang datang ke Kalbar merasa aman dan nyaman.  

“Beberapa waktu terakhir ini, Kalbar terus menyelenggarakan event nasional. Artinya, akan banyak masyarakat dari luar Kalbar yang datang. Untuk itu, masyarakat juga harus menunjukkan persahabatan, kekeluargaan, dan keramahtamahan,” papar Natalia.  

Kabid Pemasaran Pariwisata Disporapar Kalbar, Mustarudin, SH menyatakan terus mengembangkan jaringan seluruh potensi pariwisata. Jaringan ini nantinya akan menyambungkan semua pengembangan pariwisata di Kalbar.  

"Sudah dibentuk jaringan pariwisata yang terkoneksi dengan seluruh Kabupaten/Kota. Sehingga, semua pontensi ini akan tersambung ke Disporapar Kalbar," ujarnya.  

Adanya satu kesatuan jaringan yang terkoneksi ke sleuruh daerah, maka Disporapar Kalbar bisa mengetahui berbagai potensi termasuk problem yang menyertai pengembangan potensi tersebut. Misalnya ada daerah yang membutuhkan sarana dan prasarana di lokasi wisata.   

"Jaringan ini akan menjadi wadah promosi wisata. Dengan demikian, adanya  berbagai event dapat dilaksanakan secara berkesinambungan, agar masyarakat terus mendapatkan pelayanan," tutur Mustarudin.  

Peningkatan ekonomi Kalbar di sektor pariwisata meningkat terus, bahkan telah menempati peringkat empat nasional. Untuk itu, peningkatan pelayanan dan pengembangan kepemudaan, olahraga, dan pariwisata di Kalbar, menjadi salah satu manfaat yang diambil dari jaringan interkoneksi tersebut.  

Menurut Mustarudin, jaringan interkoneksi bisa menyamakan fisi dan misi antara program pusat dan program daerah. Semua daerah yang ada di Kalbar, harus punya spesialisasi pengembangan potensi wisata.   

"Berhasil atau tidaknya pariwisata tergantung dari Kabupaten/Kota itu sendiri. Terutama pengembangan wilayah yang memiliki daya tarik dan potensi wisata. Semuanya ada di Kabupaten/Kota," pungkasnya. (mul)