Minggu, 22 September 2019


Natalia Hadiri Gawai Dayak "Nosu Minu Podi" Kabupaten Sanggau

Editor:

Aep Mulyanto

    |     Pembaca: 283
Natalia Hadiri Gawai Dayak

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Kadisporapar) Kalbar, Dra Natalia Karyawati, ME, menghadiri Gawai Dayak "Nosu Minu Podi" XV. Gawai tersebut merupakan Upacara Adat Dayak Kabupaten Sanggau.

PONTIANAK, SP - Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Kadisporapar) Kalbar, Dra Natalia Karyawati, ME, menghadiri Gawai Dayak "Nosu Minu Podi" XV. Gawai tersebut merupakan Upacara Adat Dayak Kabupaten Sanggau.

Pembukaan Gawai Dayak "Nosu Minu Podi" XV, berlangsung di Rumah Betang Raya Dori Mpulor, Minggu (7/7/2019). Event tahunan ini akan berlansung hingga dua hari ke depan, yaitu 9 Juli 2019.  

Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Sanggau, Paolus Hadi, yang didampingi oleh Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot, yang juga merupakan Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Sanggau, berserta jajaran Forkopimda Sanggau.

Selain Kadisporapar Provinsi Kalbar, tampak pula Anggota DPRD Kalbar, Krisantus, Pj Sekda Sanggau, DAD Provinsi, instansi vertikal, perusahaan, lintas etnis, lintas agama dan undangan lainya. Sebelum acara pembukaan terlebih dahulu dilakukan upacara Adat Dayak.  

"Saya mewakili Gubernur Kalbar, menyaksikan pembukaan Gawai Dayak "Nosu Minu Podi" XV. Salah satu upacara Adat Dayak Sanggau, yang kental dengan berbagai nilai budaya luhur," tutur Natalia.  

Berbagai busana yang dipakai Masyarakat Dayak, menjadikan gawai yang dilaksanakan setiap tahun itu semakin meriah.Menurut Natalia, Gawai Dayak "Nosu Minu Podi" adalah untuk memanggil semangat Padi setelah panen.  

"Agar semangat dan nilai sakral gawai tetap terjaga. Nilai Seni Budaya ini sebagai sebuah potensi yang besar, untuk mempersatukan dan memajukan masyarakat Dayak, serta menjadi potensi daya tarik wisata yang mendatangkan wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara," paparnya.  

Oleh karena, lanjut Natalia, event Budaya Gawai Dayak harus terus dilestarikan. Selain untuk menjaga harmonisasi kehidupan, juga bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat. Natalia sendiri menyampaikan sambutan tertulis dan arahan Gubernur Kalbar, agar masyarakat terus memelihara, menjaga, dan merawat persatuan serta kerukunan antar sesama.  

"Salah satunya adalah dengan mendorong dan menjadikan event-event budaya, yang bisa membangun citra positif dalam bingkai NKRI," kata Natalia.  

Ketua DAD Kabupaten Sanggau, Yohannes Ontot menyampaikan, Gawai Dayak "Nosu Minu Podi" dilaksanakan setiap tahunnya, sebagai bentuk ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas segala jerih payah dan usaha.  

"Gawai Daya Nosu Minu Podi diimplementasikan dalam bentuk pemberkatan benih atau bibit tanaman dan peralatan pertanian, sehingga nantinya bisa berkembang dengan baik," katanya.  

Kegiatan ini, ujar Ontot, juga menjadi wadah untuk menjalin silahturahmi masyarakat Adat Dayak dan masyarakat dari berbagai etnis lainya. Hal ini sebagai wujud keberagaman dalam memajukan Budaya Nasional sesuai dengan UU nomor 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan merupakan amanah dari UUD 1945 pasal 32 ayat 1.  

"Pembangunan di bidang budaya merupakan wujud penguatan jati diri bangsa, menciptakan bangsa yang kuat dengan disasari rasa kebangsaan dan nasionalisme, bhineka tunggal ika, "kata Ontot.  

Pembangunan budaya juga dilaksanakan sebagai implementasi dari salah satu 7 brand images pembangunan di  Kabupaten Sanggau, yaitu Berbudaya dan Beriman (Budiman), menuju Sanggau yang maju dan terdepan.  

"Gawai Dayak Nosu Minu Podi, mengakomodir kontingen dari 15 Kecamatan, yang merupakan wujud sinergisitas antara Pemerintah Daerah Kabupaten Sanggau, dengan berbagai kalangan, terutama DAD," pungkasnya. (mul/biz)