Kadisporapar Kalbar : KTF 2019 Ajang Promosi Pariwisata Internasional

Advertorial

Editor Mul Dibaca : 330

Kadisporapar Kalbar : KTF 2019 Ajang Promosi Pariwisata Internasional
BUKA FESTIVAL - Kadisporapar Prov Kalbar, Natalia Karyawati, memukul gong, yang menandai dibukanya Kelam Tourism Festival (KTF) 2019, di Terminal Desa Kebong, Kecamatan Kelam Permai, Senin (8/7/2019)
PONTIANAK, SP - Kelam Tourism Festival (KTF) 2019, menjadi ajang promosi pariwisata Kalbar, khususnya di Kabupaten Sintang. Ajang tahunan ini telah dibuka oleh Kepala Dinas kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Kadisporapar) Prov Kalbar, yang mewakili Gubernur.  

Pembukaan berlangsung meriah, di Terminal Desa Kebong, Kecamatan Kelam Permai, Senin (8/7/2019). Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong tujuh kali oleh Kadisporapar, Natalia Karyawati.  

Hadir pada kesempatan Bupati Sintang, Jarot Winarno, Wakil Bupati Sintang, Askiman, Wakil Ketua DPRD Sintang, Forkompinda Sintang, Kadisporapar Sintang, Kepala OPD Sintang, dan tamu-tamu dari Sarawak, Malaysia serta Sanggar Seni dari Kalteng.  

Dalam sambutannya, Kadisporapar Provinsi Kalbar, Natalia Karyawati membacakan pesan Gubernur Sutarmidji, yang menyatakan bahwa festival seperti ini merupakan penyampaian potensi alam kepada masyarakat ramai.  

“Festival seperti ini merupakan sarana komunikasi dalam hal membangun, memberdayakan dan menyampaikan potensi-potensi alam dan budaya yang kita miliki kepada masyarakat luas," papar Natalia.  

Menurutnya, Kabupaten Sintang memiliki peluang besar untuk mendorong kemajuan pariwisata. Kontur wilayah dan alam yang relatif menantang tentu menjadikan Sintang dapat digolongkan wisata alam dan wisata minat khusus.  

Saat ini lanjut Natalia, target pasar harus sesuai dengan potensi yang bisa memberikan peluang, untuk mendapatkan keuntungan dan dikembangkan dengan baik. Sehingga Kabupaten Sintang bisa menjadi destinasi unggulan di Kalbar.  

"Tantangan dalam membangun pariwisata harus ditopang dari segi sarana dan prasarana. Sebaliknya, pembangunan di sektor-sektor pariwisata juga dapat memberikan dampak yang besar bagi suatu wilayah," tuturnya.  

Bupati Sintang, Jarot Winarno menyampaikan bahwa penyelenggaraan tahun kedua pada KTF Tahun 2019 ini dikemas dengan baik yang menunjukkan keseimbangan antara budaya dan alam. Keseimbangan tersbeut, duimunculkan dengan berbagai pertunjukan, explore keragaman, kekhasan warisan budaya nenek moyang.  

"Kita fokuskan di wilayah Bukit Kelam dan sekitarnya. Kemasan yang baik, unik, dan menarik tentunya akan menjadi kenangan terindah wisatawan," kata Jarot.

Jarot menjelaskan, pada KTF 2019 ini, diselengi dengan Bisnis Forum, yaitu kegiatan di mana para investor akan berbondong-bondong untuk mengeksplorasi kekhasan wilayah Kabupaten Sintang.  

"Seperti eksplorasi tumbuh-tumbuhan khas Sintang, yaitu Daun Sekubak, Kakao, Kopi, Lada, dan Kratom. Kalau ini semua dieksplor dan dikembangkan secara berkelanjutan, maka tidak merusak lingkungan alam kita," ujarnya.

KTF Tahun 2019, merupakan event unik dan menarik. Karena menggabungkan Daya Tarik Wisata Alam dan Budaya masyarakat Dayak, Melayu, dan etnis lainnya di Kabupaten Sintang. Bukit Kelam merupakan Daya Tarik Wisata Alam dengan Legenda Cerita Rakyat Sang "Bujang Beji".

Selain KTF, promosi unggulan pariwisata juga ditambah dengan adanya Field Trip to Rumah Panjai Endsaid. Keunikan masyarakat di rumah Betang Ensaid Panjang, yang tetap memelihara adat istiadat dan hidup memegang tradisi Budaya Dayak, sangat menarik dikunjungi.

Salah satunya adalah Tenun Ikat Ensaid Panjang, yang merupakan salah satu kearifan budaya lokal, yang terus dipelihara dan dikembang serta memberi manfaat ekonomi bagi Masyarakat Dayak yang berdiam di rumah betang tersebut. (rif/mul/biz)