Jumat, 13 Desember 2019


Disporapar Kalbar Wadahi Komunitas Kreatif dengan Gelar “Voice of Borneo”

Editor:

Aep Mulyanto

    |     Pembaca: 136
Disporapar Kalbar Wadahi Komunitas Kreatif dengan Gelar “Voice of Borneo”

DISKUSI KREATIF - Bupati Sintang, Jarot Winarno hadir saat diskusi “Voice of Borneo”, yang diselenggaakan Disporapar Kalbar dan Canopy Center, beberapa waktu lalu.

PONTIANAK, SP – Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Kalbar, terus mewadahi keberadaan Komunitas Kreatif. Salah satunya adalah dengan suksesnya menggelar “Voice of Borneo”.  

Kegiatan kreatifitas yang bekerjasama dengan Canopy Center ini, mengajak anak-anak muda Kalbar yang kreatif untuk terus berkarya sesuai dengan bidanganya masing-masing. “Voice of Borneo” 2019, telah digelar di Kabupaten Sintang, pada 28-30 Juni 2019.  

“Kegiatan ini bertujuan untuk membangun jaringan Komunitas Kreatif yang ada di Kalbar pada umumnya dan Kabupaten Sintang secara khusus,” kata Kepala Disporapar Kalbar, Natalia Karyawati.  

Adapun inti dari kegiatan ini, lanjut Natalia, adalah berbagi pengalaman dan pengetahuan seputar industri kreatif. Melalui diskusi mengenai hambatan dan kendala yang dihadapi, sehingga untuk merumuskan solusi pragmatis yang bisa segera dilalukan.  

Selain itu, papar Natalia, juga untuk memberikan ruang apresiasi bagi berbagai komunitas untuk memamerkan hasil karyanya. Dalam kegiatan tersebut, juga mempertemukan audience dengan para kreatornya, untuk memperbesar skala market dari tiap produk atau karya yang ditampilkan.

"Voice of Borneo" dikemas dalam rangkaian kegiatan selama tiga hari penuh. Kegiatannya diisi dengan berbagai ragam event yang terkoneksi satu sama lain” tutur Kadisporapar.  

Adapun beberapa kegiatan yang diselenggarakan antara lain, Voice of Borneo On Stage, Showcase, dan pasar seni. Tidak lupa juga ada penampilan pelaku seni, khususnya dalam bidang seni musik dan tarik suara. Beberapa komunitas kreatif di Kalbar dan Kabupaten Sintang, menyeramakkan kegiatan tersebut.  

Dalam kesempaan diskusi, Bupati Sintang, Jarot Winarno sangat mendukung adanya kegiatan tersebut. Menurutnya, industri kreatif di Sintang terus didorong, sehingga menjadikan suatu karya terbaik yang bisa meningkatkan taraf hidup pelakunya.  

“Misalnya saja dengan berbagai kegiatan-kegiatan kepemudaan. Kemudian ada pula event wisata yang dipadukan dengan komunita kreatif. Saat ini, komunitas kreatif sudah menemukan jalan kesuksesan, sehingga harus terus dikembangkan,” kata Jarot.  

Pria yang berpredikat sebagai dokter ini menjelaskan, Pemkab Sintang terus berupaya meningkatkan peran komunitas kreatif, dengan cara pendampingan dan memberikan ruang yang seluas-luasnya.  Salah satunya adalah event Kelam Tourism Festival (KTF) Tahun 2019.    

“Selain mempromosikan dan menggali potensi Pariwisata Bukit Kelam, event tersebut juga menampilkan nuansa perpaduan budaya, wisata olahraga, dan pesona alam Bukit Kelam secara menyeluruh, termasuk di dalamnya komunitas kreatif,” ujarnya.  

Kegiatan ini merupakan upaya Pemkab Sintang untuk dapat masuk dalam 100 calendar event Nasional. Pada pelaksanaannya, kegiatan ini akan terjalin dalam satu rangkaian dengan Pekan Gawai Dayak (PGD) Sintang. Sebagian besar kegiatan akan dilaksanakan diseputaran Bukit Kelam.  

“Kegiatan utamanya adalah rock climbing atau wisata olahraga Panjat Tebing Bukit Kelam. Selain itu, ada gowes dari Sintang ke Kelam, grasstrack dan performance seni dan budaya,” pungkas Jarot. (mul)