Selasa, 17 September 2019


PLTU Bengkayang Mulai Beroperasi, Sistem Kelistrikan Khatulistiwa Semakin Andal

Editor:

M. Eliazer

    |     Pembaca: 252
PLTU Bengkayang Mulai Beroperasi, Sistem Kelistrikan Khatulistiwa Semakin Andal

Ruang kendali PLTU Parit Barilu Site Bengkayang


Catatan Perjalanan Media Touring PLN Group Kalbar

SINGKAWANG, SP - Upaya pembangunan proyek PLTU Parit Baru Site Bengkayang yang dilaksanakan oleh PLN UIP Kalbagbar kini memasuki tahap akhir.

Kedua unit mesin PLTU masing-masing berkapasitas 50 MW ini telah masuk pada sistem interkoneksi kelistrikan Khatulistiwa.

Unit 1 masuk pada Desember 2018 lalu, sedangkan unit 2 telah masuk sistem pada Juli 2019.

Menurut General Manager PLN UIP Kalbagbar, Rachmad Lubis, masuknya 2 unit mesin PLTU berkapasitas 2X50 MW ini, pastinya akan semakin memperkuat sistem kelistrikan Khatulistiwa.

"Selain meningkatkan keandalan sistem kelistrikan Khatulistiwa, pengoperasian 2 unit mesin PLTU berkapasitas 2X50 MW ini pastinya akan menekan biaya pokok produksi listrik di Kalbar, sebab seluruh mesin PLTD yang berbahan bakar solar yang notabene berbiaya mahal akan dihentikan pengoperasiannya," kata Rachmad.

Kalau dihitung secara matematis, menurut Rachmad, beroperasinya 2 unit mesin PLTU berkapasitas  2X50 MW berarti PLN dapat melistriki sekitar 90 ribu lebih pelanggan baru dengan daya rata-rata 1.300 VA.

Dikatakannya pula, keberadaan PLTU Parit Baru Site Bengkayang diharapkan juga berdampak positif bagi masyarakat sekitar, sebab akan menyerap tenaga kerja lokal yang berasal dari masyarakat sekitar.
 
Untuk masyarakat yang berada disekitar lokasi PLTU telah dilaksanakan berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat, melalui bantuan dana CSR yang digulirkan sejak 2016.

Program CSR yang disalurkan lain pemberdayaan masyarakat nelayan dan bantuan perlengkapan nelayan, bantuan sarana ibadah, kesehatan serta olahraga bagi masyarakat sekitar PLTU, dan program lainnya.

"Pada Mei 2019, kami juga telah melaksanakan pelatihan teknisi sepeda motor bagi bagi anak-anak muda yang berada disekitar PLTU. Kami berharap masyarakat yang berada di sekitar lokasi PLTU juga mendapatkan manfaat dan keberkahan dari keberadaan  PLTU tersebut," ungkap Lubis.

Sementara, Manager PLN UPP Kitring KBB3, Benaya S. Winowoda menjelaskan, PLTU Parit Baru Site Bengkayang sebelum dioperasikan, telah dilakukan beberapa tes, antara lain, tes pembebanan (load test), tes keandalan pembangkit selama 30 hari (reliability run test), dan juga tes unjuk performa pembangkit (performance test) yang dilakukan untuk memastikan kemampuan maksimal unit pembangkit.

Meskipun secara seremonial belum diresmikan, PLTU seluas 45 hektare ini telah mampu tersambung dengan sistem kelistrikan yang ada.

Dengan pasokan listrik yang semakin baik di Sistem Kelistrikan Khatulistiwa ini nantinya dapat meningkatkan iklim positif berinvestasi dan mendorong kemajuan ekonomi di Kalimantan Barat. (jee)


  •