Senin, 14 Oktober 2019


Berikan Apresiasi ke Pelanggan, PLN Laksanakan Loyalty Customer Coffee Session

Editor:

M. Eliazer

    |     Pembaca: 53
Berikan Apresiasi ke  Pelanggan, PLN Laksanakan Loyalty Customer Coffee Session

Penandatanganan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik saat acara Loyalty Customer Sesion yang digelar PLN

PONTIANAK, SP - PLN Unit Induk Wilayah Kalimantan Barat gelar kegiatan Loyalty Customer Coffee Session sebagai bentuk apresiasi terhadap pelanggan dan calon pelanggan yang telah memilih untuk menikmati listrik PLN.

Acara yang dihadiri oleh beberapa pelanggan bisnis dan industri di kota Pontianak dan sekitarnya ini dilaksanakan di Hotel Orchard Ayani, Jumat (4/10).  

"Kegiatan ini mengusung konsep ngopi bareng yang sudah menjadi tradisi dan bagian hidup warga Kalimantan Barat, khususnya Kota Pontianak ini diharapkan dapat menciptakan kehangatan dan mempererat keterikatan antara PLN sebagai penyedia jasa dan pelanggan sebagai pengguna," kata General Manager PLN UIW Kalbar, Agung Murdifi.

Loyalty Customer Coffee Session memiliki tiga agenda utama, yakni, Apresiasi pelanggan yang bergabung ke layanan premium, apresiasi pelanggan key account, dan apresiasi pelanggan akuisisi captive power melalui program dedieselisasi.

General Manager Hotel Orchard Ayani Pontianak, Kholid Basyaiban menyebutkan pertemuan ini sangat positif dalam mempererat hubungan silaturahim antara PLN dan pelanggan. 

"Melalui kegiatan ini kita bisa saling bertukar informasi guna meningkatkan kualitas mutu layanan. Bagi kami pelaku bisnis, baiknya kualitas pasokan listrik tentunya akan menjadi salah satu market point dalam  pengembangan bisnis yang kami jalani kedepannya," ungkap Kholid.

Sementara itu Direktur Bisnis Regional Kalimantan dan Sulawesi, Syamsul Huda yang hadir dalam acara tersebut menuturkan, PLN saat ini berkeinginan untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di seluruh Indonesia.

"Semangat kami bergelora untuk dapat melistriki masyarakat di seluruh Indonesia. Kami berharap keberadaan PLN dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat menjadi lebih baik lagi," tutur Huda.

Diakuinya, listrik menjadi penentu utama masuknya investasi ke suatu negara. Sementara pertumbuhan ekonomi akan semakin meningkat jika nilai investasi juga meningkat.

Menurut Huda, beberapa tahun terakhir, pertumbuhan sistem kelistrikan dan penambahan jumlah pelanggan meningkat cukup signifikan. Seluruh daerah dengan sistem kelistrikan besar di Indonesia semua dalam kondisi surplus, tidak ada lagi pemadaman bergilir, termasuk sistem kelistrikan Khatulistiwa, menurutnya, tugas PLN berikutnya adalah menjaga dan meningkatkan keandalan pasokan listrik.

"Dalam menjalankan proses bisnisnya, PLN tidak bisa berjalan sendiri, kami butuh dukungan dari seluruh stakeholder bergandengan tangan membangun dan membesarkan perusahaan ini demi kemajuan bangsa. Kami berkomitmen dalam memberikan layanan terbaik kepada pelanggan, tentunya dengan layanan yang transparan, cepat, mudah, sederhana, andal, dan biaya yang kompetitif," kata Huda.

Dalam acara kopi bareng ini juga dilaksanakan peresmian enam pelanggan premium, yakni Rumah Sakit Santo Antonius, PT Telkomsel, Pasar Swalayan Mitra Mart, Hotel Merpati, Rukan Perdana Square, dan Alexander Tjhe. 

Penandatanganan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik PT Energi Unggul Persada yang melakukan tambah daya listrik dari tarif/daya B2/7.700 kVA menjadi I3/9.690 kVA dan penambahan daya listrik PT Wilmar Cahaya Indonesia dari LI3/4.330 kVA menjadi LI/5.540 kVA.

Selanjutnya ada 2 pelanggan yang beralih dari menggunakan genset ke listrik PLN, yakni CV Agro Abadi yang melakukan penambahan daya listrik dari I2/197 kVA menjadi l3/555 kVA dan pasang baru listrik PT Dok Muara Jungkat dengan daya I2/197 kVA. (*)


  •