Senin, 14 Oktober 2019


Bank Indonesia Siap Bantu UMKM untuk Mewujudkan Desa Mandiri di Kalbar

Editor:

Aep Mulyanto

    |     Pembaca: 25
Bank Indonesia Siap Bantu UMKM untuk Mewujudkan Desa Mandiri di Kalbar

Seminar Internasional yang mengangkat tema “Membangun Desa Mandiri Sebagai Sabuk Ketahanan Ekonomi”, Senin (7/10/2019)

PONTIANAK, SP - Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo menyatakan bahwa Desa Mandiri merupakan potensi untuk mempercepat pembangunan Kalbar. Jika demikian, sangat penting pembangunan lebih diprioritaskan di pedesaan.

Pernyataan tersebut disampaikan Dody, yang juga merupakan Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Pusat, saat menjadi keynote speaker Seminar Internasional yang mengangkat tema “Membangun Desa Mandiri Sebagai Sabuk Ketahanan Ekonomi”, Senin (7/10/2019).

Seminar ini digelar usai prosesi pelantikan ISEI Cabang Pontianak, di Aula Rektorat Untan Lantai 3. Seminar Internasional Seminar ini dibuka oleh Rektor Untan, Garuda Wiko dan menghadirkan beberapa pembicara, salah satunya adalah Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo.

 “Karena banyak benefit yang didapatkan. Dalam hal ini, Bank Indonesia akan memprioritaskan bagaimana soal pembiayaan dan pendampingan, terutama Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah,” kata Dody.

Saat ini, lanjutnya, Bank Indonesia punya program menyelesaikan permasalahan sosial ekonomi. Dalam konteks ekonomi Bank Indonesia, mendukung pengembangan UMKM unggulan serta Pondok Pesantren.

“Sehingga perekonomian masyarakat dapat berkembang berkelanjutan dan inklusif. Inklusif dalam arti mampu menjaring dan menyerap tenaga kerja, untuk menekan inflasi, dengan meningkatkan produk-produk,” paparnya.

Bank Indonesia berkoordinasi dengan lembaga terkait, sehingga usulan ini disampaikan ke Menteri Perekonomian, yang nantinya dijadikan perencanaan kebijakan kedepan. Untuk itu, Indonesa tidak hanya mengandalkan eksport low produk, namun produk harus diolah memberikan nilai tambah terhadap produk yang akan diekspor.

Untuk Desa Mandiri di Kalbar, Bank Indonesia sangat mengapresiasi kinerja Pemprov, yang telah mengaplikasikan 52 indikator Desa Mandiri dan 17 di antaranya lebih ringan sehingga dapat dipenuhi menggunakan Dana Desa (DD).

“Sisanya menggunakan APBD. Oleh karenanya, Bank Indonesia bisa membantu Pemprov, Pemkab, dan Pemdes, agar tidak menyimpang dalam mengelola DD,” tutur Dody.  

ISEI Cabang Pontianak Periode 2019-2022, resmi dilantik. Dr Jamaliah, yang juga menjabat sebagai Dekan Fakuktas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Untan, didaulat sebagai Ketua ISEI Cabang Pontianak. Ia dilantik bersama pengurus lainnya oleh Ketua ISEI  Pusat, Dody Budi Waluyo, yang juga merupakan Deputi Gubernur Bank Indonesia.

Usai prosesi pelantikan, dilanjutkan dengan Seminar Internasional yang mengangkat tema “Membangun Desa Mandiri Sebagai Sabuk Ketahanan Ekonomi”. Seminar ini dibuka oleh Rektor Untan, Garuda Wiko.

Hadir sebagai keynote speaker Gubernur Kalbar, Sutarmidji dan Dody Budi Waluyo, Deputi Gubernur Bank Indonesia, serta Dr Jamaliah, Dekan FEB Untan.

Kemudian hadir pula Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, yang juga mengisi materi dalam seminar tersebut. Muda menyampaikan materi tentang Upaya dan Strategi Mewujudkan Desa Mandiri.

Kemudian ada pula Dr Nadianatra binti Musa, Dosen dari Universitas Malaysia-Sarawak (Unimas) Malaysia, yang menyampaikan materi tentang Branding and Comercialisation of Heritage Products Within Cottage Industry : A Case Study of Villages (Kampung-Kampung) in Kuching (Serawak-Malaysia).  

Lalu ada pemaparan materi tentang Desa Mandiri : Pengukuran dan Fakta yang disampaikan oleh Dosen FEB Untan Pontianak, yaitu Dr Fariastuti. (rif)