Selasa, 15 Oktober 2019


Shinse Lim Tamu Kehormatan Pameran Cagar Budaya Internasional Sutra Bunga Teratai

Editor:

Aep Mulyanto

    |     Pembaca: 47
Shinse Lim Tamu Kehormatan Pameran Cagar Budaya Internasional Sutra Bunga Teratai

SALAMAN - Shinse Lim Suriady (kiri) bersama Dirjen Binmas Budha Kementerian Agama RI, Caliadi, foto bersama usai Pembukaan Pemeran Cagar Budaya Internasional Sutra Bunga Teratai, di Jakarta.

PONTIANAK, SP - Shinse Lim Suriady, mendapat kehortaman menjadi tamu kehormatan pada Pembukaan Pemeran Cagar Budaya Internasional Sutra Bunga Teratai. Kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu, 29 September 2019, di Gedung Pusat Kebudayaan Soka Gakkai Indonesia.

Acara yang dimulai pada pukul 10.00 WIB, diawali dengan penampilan alunan Musik Angklung persembahan ibu-ibu yang merupakan Anggota Soka Gakkai Indonesia. Kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan dari Ketua Umum Soka Gakkai Indonesia, Peter Nurhan.

Adapula sambutan dari Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Binmas) Budha Kementerian Agama RI, Chaliadi. Acara semakin menarik dengan persembahan Tari Bali oleh anak-anak generasi Soka Gakkai Indonesia.

Pameran ini sendiri digelar di Indonesia, sebagai tuan rumah ke-17 penyelenggaraan. Mengangkat tema “Pesan Perdamaian dan Kerukunan Hidup”. Shinse Lim dan tamu undangan diajak untuk berkeliling melihat koleksi-koleksi sejarah dalam pameran ini.

“Pameran Sutra Bunga Teratai digelar 29 September-27 Oktober 2019. Hadir pada kesempatan tersebut perwakilan dari negara-negara tetangga, di antaranya Malaysia, Singapura, dan Jepang, termasuk koleksi Museum Nasional Indonesia,” kata Shinse Lim.

Pameran ini, lanjutnya menyajikan hasil penelitian ilmiah mengenai perjalanan Filosofi Sutra Bunga Teratai ke berbagai belahan dunia. Juga menampilkan sejumlah koleksi asli dan replika manuskrip, lukisan, dan benda-benda peninggalan langka Buddhis, di antaranya telah berumur lebih dari 2.500 tahun.

Shinse Lim menilai, acara ini sangat positif sebagai refleksi diri untuk selalu mengingat sejarah masa lalu. Yang berguna bagi kemajuan di masa datang, terutama berkaitan dengan kesatuan dan persatuan bangsa.

“Kegiatan seperti ini adalah cara menghargai jasa pendahulu kita, sehingga kita bisa mengambil pelajaran dan manfaat, untuk berbuat yang terbaik di masa yang akan datang,” tuturnya. (*)