Jumat, 24 Januari 2020


Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan Elpiji di Kalimantan Aman Hingga Akhir Tahun

Editor:

Aep Mulyanto

    |     Pembaca: 82
Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan Elpiji di Kalimantan Aman Hingga Akhir Tahun

Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan Elpiji di Kalimantan Aman Hingga Akhir Tahun

BALIKPAPAN, SP - PT Pertamina (Persero) memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBK) subsidi di Kalimantan, seperti Solar, dan Premium, serta elpiji 3 kg mencukupi hingga akhir tahun. Untuk itu, masyarakat diharapkan tidak khawatir.

“BBM dan elpiji subsidi di Kalimantan dalam kondisi aman.Sisa kuota akan kami salurkan sebaik-baiknya, agar tepat sasaran dan cukup hingga akhir tahun" kata GM Pertamina MOR VI, Boy Frans Justus Lapian, melalui press rilis yang disampaikan ke redaksi suarapemredkalbar.com, Minggu (17/11).

Boy menerangkan, untuk memastikan BBM dan elpiji subsidi terdistribusi sesuai ketentuan, Pertamina terus melakukan pengawasan ke lembaga penyalur, seperti mewajibkan SPBU memasang CCTV, sidak berkala dan monitor penjualan BBM di SPBU.

Untuk elpiji 3 kg, Pertamina juga melakukan monitoring secara rutin, sidak dan pemantauan penjualan di agen dan pangkalan, yang sudah terintegrasi ke dalam sistem. Selain itu, Pertamina juga terus melakukan koordinasi dengan aparat, jika ada penyimpangan BBM dan elpiji subsidi di lembaga penyalur.

"BBM dan elpiji subsidi, merupakan produk yang rawan diselewengkan. Sehingga pengawasan di lembaga penyalur selalu kami perketat, untuk mengantisipasi kecurangan yang mungkin terjadi antara lain pengetap dan tanki modifikasi di SPBU, maupun penyimpangan di elpiji 3 kg di agen, dan pangkalan. Kalau lembaga penyalur terbukti bersalah, kami akan beri sanksi," tegasnya.

Kendati demikian, pengawasan BBM dan elpiji bersubsidi, tidak bisa dilakukan sendiri. Untuk itu, Pertamina menyediakan akses call center di nomor 135 yang memungkinkan masyarakat dapat menginformasikan segala hal terkait pelayanan maupun indikasi penyimpangan di lembaga penyalur.

"Masyarakat kami himbau dapat ikut serta mengawasi BBM dan ELPIJI subsidi. Jika ada indikasi kecurangan di SPBU maupun agen dan pangkalan elpiji, jangan segan menginformasikan ke call center Pertamina di nomor 135,” tuturnya.

Untuk hal-hal yang masih di dalam kewenangan Pertamina, yaitu terkait pelayanan dan penertiban administrasi, akan segera ditindaklanjuti. Namun, kalau ada hal hal yang menjadi ranah hukum, tentu akan ada koordinasi dengan aparat.

Pada kesempatan yang sama, Manager Region Communication, Relation and CSR Pertamina Kalimantan, Heppy Wulansari menyampaikan bahwa, Solar Subsidi Kalimantan ditetapkan Pemerintah sebesar 906.925 kiloliter dan konsumsi sampai dengan bulan Oktober terealisasi 752.522 kiloliter.

Sedangkan untuk Premium, kuota Kalimantan dipatok Pemerintah sebesar 1.134.213 kiloliter, realisasi hingga Oktober mencapai 987.444 kiloliter. Untuk produk ELPIJI 3 kg kuota tahun 2019 sebesar 374.824 Metrik Ton dengan realisasi sampai dengan Oktober mencapai 307.392 Metrik ton.

Selain memastikan BBM dan Elpiji Subsidi cukup, Pertamina juga memastikan BBM non subsidi selalu tersedia di SPBU, baik untuk BBM Non Subsidi jenis Gasoline (Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo) maupun BBM non subsidi jenis gasoil ( Dexlite dan Pertamina Dex) serta ELPIJI Non subsidi baik kemasan 5,5 kg maupun 12 kg.

"Stok BBM dan Elpiji Non subsidi juga dalam kondisi aman dan karena bukan barang subsidi maka berapapun kebutuhan masyarakat dapat kami penuhi" pungkas Heppy. (ril)