Rabu, 11 Desember 2019


Solusi Bangun Indonesia Promosikan DYNAMIX sebagai Nama Semen Pengganti HOLCIM

Editor:

Aep Mulyanto

    |     Pembaca: 76
Solusi Bangun Indonesia Promosikan DYNAMIX sebagai Nama Semen Pengganti HOLCIM

https://www.suarapemredkalbar.com/berita/advetorial/2019/11/17/pasarkan-dynamix-solusi-bangun-indonesia-perkuat-kemitraan-dengan-pemilik-toko-bangunan

PONTIANAK, SP - Produsen semen PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI), telah berubah nama seusai perubahan pengendali pada awal 2019 lalu.

Perubahan pengendali PT SBI, dari LafargeHolcim Group menjadi Semen Indonesia Group. Dengan demikian, perseroan perlu melakukan perubahan merek Holcim untuk produknya.

Kini, PT SBI, sebagai bagian PT SMG terus mempromosikan produk barunya, yang diberi nama Dynamix, sebagai indentitas produk baru SBI.

Hadirnya produk baru ini secara resmi diperkenalkan usai SBI resmi diambil alih oleh PT SMGR Tbk. Maka, dengan adanya akuisisi ini, nama Holcim atau Lafarge sebagai merek global yang masih dimiliki oleh Lafarge Holcim Group, sudah tidak bisa digunakan lagi oleh Semen Indonesia Group (SMG).

Meski demikian, SMGR masih diberikan tenggat waktu hingga akhir 2019 untuk memakai brand Holcim. Pihak SMCB pun terus berupaya memperkenalkan Dynamix sebagai merek pengganti Holcim.

Salah satunya adalah dengan menggelar retailer gathering bersama mitra bisnis, yang berlangsung pada Jumat (15/11), di Qubu Resort Pontianak, Jalan Arteri Supadio, No 16, Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Hadir pada kesempatan tersebut, ratusan mitra bisnis dari berbagai daerah.

Menurut Manager Marketing dan Kemitraan PT SBI, Yuni Eka Putra, pihaknya terus menggenjot promosi terhadap merek anyar ini. Promosi secara internal dilakukan dengan memperkenalkan merek Dynamix kepada seluruh pegawai SMCB.

“Promosi ini juga menyangkut sosialiasi alasan dan latar belakang mengapa merek Holcim diubah menjadi Dynamix. Dengan adanya pengenalan di lingkup internal dan mitra bisnis, diharapkan masyarakat semakin mengenal nama produk SBI,” ujar Yuni.

Retailer gathering bersama mitra bisnis di Kalbar, lanjut Yuni, adalah bagian dari promosi ke pihak eksternal, yang dilakukan dengan menggelar roadshow ke kota besar. Roadshow ini dilakukan dengan mengundang ratusan pemiliki toko dan pedagang ritel. Selain itu, SMCB juga turun langsung untuk menyosialisasikan semen Dynamix kepada distributor dan kontraktor.

Beberapa kota yang telah disambangi SMCB antara lain Bogor, Yogyakarta, dan Surakarta. Ke depan, SMCB berencana menggelar roadshow di kota besar lainnya seperti Jakarta, Tasikmalaya, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, hingga Kupang.

SMCB pun saat ini tengah berfokus untuk mendistribusikan semen Dynamix ke seluruh Indonesia. Namun menurut Yuni, untuk saat ini pangsa pasar terbesar masih berpusat di Pulau Jawa. Karena memang pabrik SBI ada di Pulau Jawa seperti di Tuban, Cilacap, dan Narogong (Bogor).

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk., telah mengambil alih 80,6 persen kepemilikan saham PT Holcim Indonesia Tbk. Melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 11 Februari 2019, nama PT Holcim Indonesia Tbk. berubah menjadi PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) Tbk.

PT SBI merupakan perusahaan semen terbesar ketiga di Indonesia, memiliki 4 pabrik semen dengan kapasitas 14,8 juta ton per tahun dan 30 fasilitas ready-mix. Hingga Agustus 2019, penjualan semen Solusi Bangun Indonesia di pasar domestik turun 2,64 persen per tahun.mPerseroan berharap penjualan pada akhir tahun setidaknya sama dengan capaian tahun lalu. (mul)