Minggu, 22 September 2019


Pemkab Bengkayang Diminta Tertibkan Aktivitas PETI

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 1488
Pemkab Bengkayang Diminta Tertibkan Aktivitas PETI

ILUSTRASI- (energitoday.com)

BENGKAYANG, SP – Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) sudah merambah ke Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang. Hal itu disayangkan oleh anggota DPRD Kabupaten Bengkayang, Alwan.  

"Lokasi dompeng PETI beroperasi di Desa Rukma Jaya dan Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, tepatnya di belakang kuburan Cina Tanjung Gundul,"  kata Alwan ditemui di ruang kerjanya, Senin (10/10).
 

Alwan meminta Pemkab Bengkayang melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral dan Polisi Pamong Praja setempat segera turun ke lapangan untuk menertibkan aktivitas PETI itu.   Apalagi lokasi PETI tersebut tidak jauh dari jalur sutra. Adapun mesin yang digunakan dari kecil hingga besar.   

"Parahnya lagi, pemilik modal dan pekerja bukan warga setempat. Saya dengar camat dan kades telah menegur, namun pekerja dan pemilik modal tidak peduli," ungkap Alwan.
 

Kemudian, pihak terkait diminta mensosialisasikan kepada masyarakat setempat untuk tidak terlibat pada aktivitas PETI.
  “Saya lihat pelaku PETI bandel, masih saja melakukan aktivitas itu. Coba pemerintah daerah tegas menindak pelaku PETI itu. Hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja,” kata Alwan.  

Sementara,  Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkayang, Silverius Sinoor mengaku telah mensosialisasikan kepada masyarakat untuk menghentikan aktivitas PETI di Desa Rukma Jaya dan Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan.
 

"Minggu lalu saya sudah turunkan tim ke sana bersama Camat Sungai Raya Kepulauan terkait PETI," ungkap Sinoor.  

Bahkan, pihaknya telah memasang plang dan spanduk terkait larangan aktivitas PETI di desa tersebut.   Sinoor berjanji akan menindak tegas pelaku yang masih bandel dan tetap melakukan aktivitas PETI.  

"Surat Keputusan Penertiban PETI sudah ada dan sudah ditanda tangani Bupati Bengkayang, hanya waktu penertiban dirahasiakan," ungkap Sinoor.  

Jika Bupati Bengkayang atau Wakil Bupati Bengkayang memerintahkan untuk turun ke lapangan, maka tim penertiban akan turun ke sana.   “Sanksi hingga 10 tahun penjara apabila melakukan aktivitas PETI sesuai dengan UU No 4/2009 tentang pertambangan,” tegas Sinoor. (tim sp/sut)