BPBD Bengkayang Minta Masyarakat Tetap Waspada Banjir dan Longsor

Bengkayang

Editor sutan Dibaca : 1134

BPBD Bengkayang Minta Masyarakat Tetap Waspada Banjir dan Longsor
Ilustrasi
BENGKAYANG, SP –Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkayang, Yosef mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai banjir dan longsor. Pasalnya. saat ini memasuki musim penghujan dengan intensitas curah hujan meningkat.

“Seluruh elemen masyarakat Kabupaten Bengkayang tetap waspada di musim penghujan saat ini," imbau Yosef. 

Yosef memaparkan, lereng yang jenuh air adalah penyebab utama longsor. Efek ini disebabkan oleh curah hujan yang intens, pencairan salju, perubahan tingkat air tanah, dan perubahan permukaan air tanah sepanjang garis pantai, bendungan, tepi danau, waduk, kanal, dan sungai.

“Tanah longsor dan banjir sangat berhubungan erat, karena keduanya berkaitan dengan curah hujan, limpasan, dan kejenuhan air tanah,” jelas Yosef. 

Berdasarkan prakiraan BMKG bahwa pada Senin (20/2) dan Selasa (21/2) pada siang hari di Bengkayang akan hujan,  pagi hari kelembaban mencapai 95 persen. Suhu udara rata-rata 27 derajat celcius dengan kecepatan angin sembilan kilometer per jam. Siang harinya  suhu mencapai 31 derajat celcius dengan kelembaban 65 persen serta hujan disertai petir.

"Rata-rata kecamatan di Kabupaten Bengkayang rawan longsor akibat curah hujan cukup tinggi," ungkap Yosef.

Yosef mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Bengkayang bekerjasama dengan BPBD terutama melaporkan bila ada banjir dan tanah longsor di wilayah masing-masing.

  “Penyebab tanah longsor dari aspek manusia ialah penggalian lereng atau kakinya, pembebanan lereng atau puncak, penebangan hutan, irigasi, pertambangan dan kebocoran air dari pipa PDAM,” pungkas Yosef. (noi/bah)

Baca Juga:
APBS: Belasan Poktan Madu Hutan Rugi Ratusan Juta
Begini Kronologis Tewasnya Pelajar di Nanga Pinoh
Harga Ikan di Pasar Rangga Sentap Kembali Normal