Gidot Ajak Lestarikan Budaya

Bengkayang

Editor Kiwi Dibaca : 632

Gidot Ajak Lestarikan Budaya
Lomba diselenggarakan dalam rangka HUT Kemerdekaan RI.
BENGKAYANG, SP - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bengkayang, menggelar lomba menulis cerita rakyat. Lomba ini memberi peluang kepada para penulis untuk berpartisipasi, untuk mengangkat cerita kearifan lokal di Bumi Sebalo.  

“Lomba diselenggarakan dalam rangka HUT Kemerdekaan RI. Siapa saja boleh mengikuti lomba ini," kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bengkayang, Magdalena, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (5/6).

Lena, panggilan akrabnya menerangkan, naskah cerita dapat diantar langsung atau dikirimkan via pos paling lambat 1 Agustus 2017, cap pos. Dikirim ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bengkayang, Jalan Basuki Rachmad.

Magdalena menjelaskan, persyaratan secara umum adalah peserta terbuka, naskah orisininalitas,  tidak mengandung unsur pornografi, pelecehan fisik,  dan radikalisme.

“Cerita sudah diminimalisir dari unsur kekerasan, pembunuhan, perebutan kekuasaan, percintaan, romantisme,  dan atau perselingkuhan. Materi lomba adalah cerita rakyat dari Kabupaten Bengkayang," tegasnya.

Dikatakan Magdalena,  naskah boleh dikirim lebih dari satu oleh peserta. Semua naskah yang dikirim, jadi hak milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bengkayang.

Ia merincikan, terkait penilaian naskah cerita rakyat ialah originalitas karya, kesesuaian karya dengan sasaran (pendidik atau anak didik), kejelasan pesan yang disampaikan,  kesantunan bahasa,  keutuhan cerita atau karya.

Setelah itu,  keserasian karya, syair,  dan notasi,  teks dengan ilustrasi.  Kemudian keunikan cerita,  kearifan lokal,  keindahan dalam merangkai diksi dan gaya bahasa,  plot dan unsur dramatik cerita,  penggambaran tokoh dalam cerita,  dan mengandung nilai nilai moral.

“Untuk pemenang lomba,  juara satu akan mendapatkan Rp2 juta rupiah dan piagam. Juara dua Rp1,5 juta dan piagam, dan juara tiga uang Rp1 juta beserta piagam. Untuk informasi lebih rinci silakan datang ke kantor, " ujarnya.

Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot,  mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut ambil bagian pada lomba menulis cerita rakyat tersebut.

"Mari kita bersama sama melestarikan adat dan budaya Kabupaten Bengkayang  melalui lomba menulis cerita rakyat," ajak Gidot.   

Gidot juga mengatakan adanya Kongres Internasional 1 Kebudayaan Dayak yang digelar di Bengkayang, 3- 6 Juni 2017 dan dan Pesta Gawai Dayak Bidayuh perbatasan, menunjukan betapa suku dayak memiliki kekayaan adat dan budaya yang luar biasa.

"Tinggal kini bagaimana kekayaan yang kita miliki dapat digali, tumbuh kembangkan dan lestarikan. Sehingga bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat dayak dan masyarakat yang ada di muka bumi ini," tutur Bupati Gidot.


 Ia mengatakan jika adat dan budaya dayak dikelola dengan baik, akan mampu memberikan kontribusi kepada masyarakat dan kelangsungan dunia dan bangsa Indonesia.

Terkait kongres internasional di Bengkayang ia sangat berbangga karena sudah dipercaya sebagai tuan rumah. Apalagi kegiatan tersebut diselaraskan dengan Gawia Sowa atau Gawai Dayak Bidayuh perbatasan yang diselenggarakan oleh masyarakat Kecamatan Jagoi Babang.


 "Mari kita kembali bangkit untuk mengatakan bahwa dayak juga akan berkiprah di tingkat nasional maupun dunia. Mulai saat ini dan masa-masa ke depan harus kita lanjutkan dan terus kita tingkatkan dalam rangka menunjukkan dayak itu satu," pungkas Gidot. (cah/mul)