Rabu, 18 September 2019


Pemkab Sediakan 53 Beasiswa Sarjana

Editor:

Syafria Arrahman ST Raja Alam

    |     Pembaca: 1073
Pemkab Sediakan 53 Beasiswa Sarjana

LIHAT PENGUMUMAN – Seorang pemuda lulusan SMA di Kabupaten Bengkayang, melihat pengumuman seleksi mahasiswa Beasiswa Utusan Daerah (BUD). Beasiswa ini bekerjasama dengan Institut Manajemen Koperasi Indonesia (IKOPIN), Jatinangor, Bandung. Ada 53 BUD yang

BENGKAYANG, SP – Pemkab Bengkayang, melalui Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Diskop UKM, Nakertrnas) akan mengirim mahasiswa Beasiswa Utusan Daerah (BUD), yang bekerjasama dengan Institut Manajemen Koperasi Indonesia (IKOPIN), Jatinangor, Bandung. Pengiriman ini mulai tahun ajaran 2017/2018.

“Ada 53 mahasiswa BUD, yang akan dikirim ke Bandung. Hingga Senin (19/6), sudah ada 484 orang yang mendaftar," kata Kadiskop UKM Nakertrans Kabupaten Bengkayang, Yonathan P Peno,  saat ditemui di ruang kerjanya.

Menurutnya, pendaftaran dilakukan sejak 5-30 Juni 2017, setiap jam kerja pada pukul 08.30-15.00 WIB. Peno mengakui, mahasiswa BUD adalah program Pemkab Bengkayang, dalam merealisasikan visi dan misi untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

“APBD Bengkayang, selain diperuntukan pembangunan infrastruktur, juga menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih kompeten. Persiapan memang sangat singkat, namun semuanya tetap berjalan baik,” paparnya.

Dikatakan Peno, setiap kecamatan mendapat jatah tiga orang, dan dikalikan 17 kecamayang yang ada di Kabupaten Bengkayang. Kemudian khusus Ibukota Kabupaten, mendapat jatah dua orang, sehingga totalnya 53 orang diterima.   Melalui BUD, Pemkab Bengkayang membantu 95 persen biaya total, sedangkan lima persen ditanggung orangtua mahasiswa. Dari perhitungannya, seorang mahasiswa penerima BUD, selama empat tahun mengeluarkan anggaran sebesar Rp153.000.000.

Sekretaris Diskip UKM Nakertrans Kabupaten Bengkayang, Yakobus menerangkan, syarat administrasi bagi yang berminat BUD adalah maksimal berusia 20 tahun. Fotokopi Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Menyertakan pas foto 3 x 4 dua lembar, ijazah SLTA semua jurusan, belum menikah, lulus rapot semester satu dan dua kelas XII serta lulus test tertulis.

“Bagi yang dinyatakan lulus, segera menyerahkan surat keterangan jasmani, surat keterangan berkelakuan baik dari kepolisian, membayar biaya pendaftaran sebesar Rp250.000, membayar uang registrasi semester pertama sebesar Rp600.000, menyiapkan uang saku untuk semester pertama sebesar Rp800.000,” katanya.

“Orangtua juga membayar biaya keberangkatan, makan, minum, transportasi (pesawat) dari Bengkayang-Pontianak-Bandung-Jatinangor," jelasnya.

Dikatakan Yakobus, fasilitas BUD antara lain, biaya registrasi per semester Rp600.000, biaya perkulihan delapan semester Rp24.850.000, biaya pengembangan Rp8.400.000, biaya pengenalan akademis Rp500.000, biaya perkuatan tutorial dan soft skill Rp7.000.000, dan biaya buku Rp3.500.000.  

“Adapula biaya asrama Rp24.000.000, biaya penunjang akademis (Laptop) Rp6.000.000. Biaya praktek lapangan Rp800.000, biaya skripsi Rp1.750.000, biaya perbanyakan dan penyusunan skripsi Rp2.000.000, biaya wisuda Rp2.000.000, biaya makan Rp1.200.000 per bulan,” ujar Yakobus.  

“Rinciannya, Pemkab Bengkayang menangung Rp800.000 per bulan dan orangtua Rp400.000 per bulan. BUD sangat diminati, terbukti dengan banyaknya pendaftar, test tertulis akan dilakukan di lantai lima Kantor Bupati Bengkayang," pungkasnya. (cah/mul)