Warga Tanam Pisang di Jembatan Samalantan

Bengkayang

Editor Kiwi Dibaca : 709

Warga Tanam Pisang di Jembatan Samalantan
TANAM PISANG – Warga menanami pohon pisang di bagian jalan yang rusak di jalur Bengkayang-Singkawang di Kecamatan Samalantan, Kabupaten Bengkayang.
BENGKAYANG, SP - Jalur Bengkayang-Singkawang merupakan akses satu-satunya yang digunakan masyarakat berlalu lalang. Beberapa bagian di jalan berstatus jalan provinsi itu rusak. Sebagai tanda ada kerusakan jalan agar pengendara dapat melambatkan laju kendaraannya, warga menanami pohon pisang.  

"Warga menancapkan pohon pisang dan ranting rambutan di Oprit Jembatan di Sibale karena rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas," ungkap Lisa, warga Kecamatan Bengkayang ditemui di Sibale Kecamatan Samalantan, Rabu (19/7).  

Menurut pengakuan warga sekitar bahwa aspal di atas oprit jembatan ikut roboh akibat diterjang banjir beberapa waktu lalu yang mengakibatkan jalan berlubang.   Lisa berharap Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui instansi terkait segera memperbaiki oprit yang rusak sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.  

Delima, warga Sibale Kecamatan Samalantan mengaku sangat sedih melihat kondisi oprit yang ada di Jembatan Sebalo yang lokasinya tidak jauh dari SMP Negeri 3 Samalantan.  

"Warga sengaja menancapkan batang pisang dan ranting rambutan di tengah jalan sebagai tanda oprit jembatan berlubang," terang Delima, kemarin.   Dengan adanya tanda tersebut, diharapkan para pengguna jalan, baik dari arah Bengkayang maupun Singkawang, dapat berhati-hati ketika melintasi jembatan tersebut.  

Delima meminta pemerintah segera memperbaiki oprit yang longsor akibat diterjang banjir beberapa waktu lalu sehingga meminimalisir terjadinya kecelekaan lalu lintas.   Hal serupa diutarakan Ruben, warga Kecamatan Samalantan. Ia sangat sedih melihat kondisi oprit jembatan di Sibale yang berlubang.   

"Semoga instansi terkait segera memperbaiki Oprit Jembatan Sibale yang berlubang tersebut sehingga terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan," pinta Ruben.   Diakui Ruben, oprit tersebut sudah seminggu terakhir berlubang akibat dihantam banjir besar.   

Apalagi oprit jembatan yang longsor tersebut dekat dengan SMP N 3 Samalantan, tentunya setiap masuk sekolah para siswa dan siswi kerap melalui jalan tersebut. (cah/bah)

Komentar