Penikmat Sabu Buka Mulut, Dua Bandar Besar Narkoba di Bengkayang Ditangkap

Bengkayang

Editor Indra W Dibaca : 1138

Penikmat Sabu Buka Mulut, Dua Bandar Besar Narkoba di Bengkayang Ditangkap
Tersangka dan barang bukti narkoba saat diamankan di Mapolres Bengkayang. ( SP/Narwati)
BENGKAYANG, SP- Jajaran Polres Bengkayang menangkap dua orang bandar narkoba. Pengungkapan kasus bermula setelah dua pengguna sabu yang sebelumnya ditangkap, buka mulut dari mana asal barang haram tersebut.

Kapolres Bengkayang, AKBP Permadi  Syaid Putra, Jumat (20/7) mengatakan, kasus bermula saat pihaknya menangkap dua pengguna narkoba yakni Andri alias Boneng dan Asun pada Kamis (19/7) malam, di sebuah bengkel mobil di Jalan Panglima Libau, Bengkayang.

Dari tangan keduanya, polisi juga mengamankan barang bukti narkoba jenis sabu yang sudah dikonsumsi atau dipakai dari dalam bong (alat hisap sabu). 

"Saat diinterogasi, keduanya mengaku mendapatkan sabu tersebut dari HAS alias Unan," kata Permadi.

Selanjutnya polisi melakukan pengembangan perkara dan kemudian menangkap HAS alias Unan serta Andy alias Bantut pada Kamis (19/7) malam di rumah tersangka di Jalan Selengko Kelurahan Bumi Emas, Kecamatan Bengkayang. 

"Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan 29 paket sabu siap edar dengan berat kotor sembilan gram dan satu pucuk senjata api rakitan jenis Lantak," ungkapnya.

Dikatakan Kapolres, HAS dan Andy memang merupakan target operasi (TO) Sat Resnarkoba Polres Bengkayang. Keduanya dicurigai sebagai pengedar narkoba jenis sabu di wilayah Bengkayang terutama di Tiga Desa. 

"Setelah melakukan pengembangan terhadap Unan, ternyata dia merupakan pengedar atau bandar besar. Unan mendapatkan narkoba dari Kampung Beting di Pontianak untuk diedarkan di Kabupaten Bengkayang," ungkap Kapolres.

Selanjutnya kata Permadi, tersangka melakukan transaksi jual beli di rumahnya. Caranya juga terbilang unik. Pembeli harus memasukan uang di dalam botol air mineral yang sudah disiapkan sesuai dengan jumlah sabu yang dipesan.

Botol yang sudah berisi uang kemudian ditarik naik dari lantai atas rumahnya. Setelah uang diterima, botol diisi sabu dan kembali diulur atau diturunkan agar bisa diambil pembeli.

"Mereka tidak melakukan transaksi face to face. Tapi melakukan melalui katrol tingkat dua," ujarnya. 

Kapolres menduga tersangka bandar narkoba ini memiliki kemungkinan berkolaborasi dengan jaringan narkoba di perbatasan. 

"Saya bersama tim, berkomitmen dengan tegas untuk mengungkap kasus narkoba, baik bandar maupun pengedar yang masuk di Bengkayang," tegas Permadi. (narwati)