Rabu, 18 September 2019


Program TNI Manunggal, Bangun Jalan dan 4 Jembatan di Desa Tanjung

Editor:

Angga Haksoro

    |     Pembaca: 235
Program TNI Manunggal, Bangun Jalan dan 4 Jembatan di Desa Tanjung

Penutupan Tentara Manunggal Membangun Desa di Dusun Tanjung, Bengkayang.

Bengkayang, SP - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) tahun 2018 di Desa Tanjung, Kecamatan Teriak, Kabupaten Bengkayang, resmi ditutup Selasa (13/11).   

Program reguler TMMD ditutup oleh Kepala Staf Komando Daerah Militer (Kasdam) XII Tanjungpura, Brigjen TNI  Alfret Denny D Tuejeh.  

Program TMMD adalah mempercepat pembangunan di daerah terpencil. Sinergi semua elemen dalam mendorong percepatan pembangunan baik fisik maupun non fisik.  

Kegiatan TNI Manunggal di Desa Tanjung membuka akses jalan ke permukiman sejauh 7 kilometer, membangun 4 jembatan, dan merehab 2 rumah ibadah (gereja).  

Selain itu juga pembangunan non fisik seperti sosialisasi wawasan kebangsaan, cinta NKRI, bela negara, pencegahan narkotika, terorisme, dan kesehatan masyarakat. Pada saat penutupan program diadakan pengobatan geratis dan  sunatan massal.  

Dalam sambuatanya, Kasdam XII Tanjungpura, Brigjen TNI  Alfret Denny D. Tuejeh mengatakan TMMD adalah salah satu bukti kedekatan TNI dan masyarakat. TMMD juga sebagai upaya mensukses visi misi Presiden Joko Widodo membangun Indonesia dari pinggiran.  

“TMMD kegiatan rutin kami dalam setahun. Dulu hanya dua kali dalam setahun, dan tahun ini menjadi tiga kali kegiatan. Ini semua atas permintaan masyarakat, dan pemeritah daerah. Awalnya memang hanya bentuk kepedulian TNI kepada masyarakat, dengan menyiapkan tenaga kita untuk membantu masyarakat. Tapi, kemudian ini sejalan dengan visi misi Presiden membangun Indonesia dari pinggiran. Rata-rata program TMMD ini kami pilih daerah yang sulit dijangkau, kita memilih daerah-daerah tertinggal,” kata Brigjen Alfret.   

Kasdam berharap apa yang sudah dilakukan TNI dapat mendorong masyarakat, lebih bersemangat membangun desanya. Lebih meningkatkan semangat gotong royong dan kebersamaan untuk membangun desa.  

“Pertahankan kebersamaan dan kemanunggalan antara TNI dan rakyat, yang telah kita rasakan selama kegiatan TMMD. Semoga dampaknya dapat dirasakan oleh masyarakat, bisa dimanfaatkan sebagai akses menuju perubahan yang lebih baik. Semangat gotong royongnya tetap ada, jangan hanya saat ada prajurit TNI saja,” ucapnya.   

Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot mengucapkan terima kasih kepada TNI. Dia menilai TMMD adalah bukti kemitraan TNI dengan rakyat.  

“Semoga kerja nyata itu dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, menjaga hasil-hasil yang sudah dilakukan oleh TNI. Sehingga kedepan bermanfaat bagi masyarakat, baik sisi ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Suryadman Gidot. (Nar)