Putra Bengkayang Mengejar Mimpi di The Voice Indonesia 2018

Bengkayang

Editor K Balasa Dibaca : 938

Putra Bengkayang Mengejar Mimpi di The Voice Indonesia 2018
Yonathan Bolik (tengah).
Putra Kabupaten Bengkayang, Yonathan Bolik berhasil meluluhkan hati dua coach di panggung The Voice Indonesia 2018, Kamis (29/11) malam. Membawakan lagu “Love Song”, dia memilih Armand Maulana sebagai mentor.

Yona Thandra nama aslinya. Lahir di Desa Sejaruk Param, Kecamatan Lembah Bawang, Kabupaten Bengkayang, 1 Januari 1997. Dia menyanyi sejak usia tiga tahun. Pernah mendapat juara tiga Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) se Kalbar, juara dua Pornimakes se JABANUS, dan sering manggung di acara kampus.

Ajang The Voice Indonesia (TVI) bukan pencarian bakat pertama yang diikuti. Sebelumnya, alumni Poltekkes Yogyakarta, jurusan Keperawatan Gigi yang baru diwisuda Agustus pernah ikut audisi Indonesian Idol, namun langkahnya belum jauh.

"Saya ingin tunjukkan kalau kita anak kampung, anak dari pedalaman juga bisa menunjukan bakat bernyanyi dengan suara bagus, dengan begitu supaya orang melihat kalau ada anak pedalaman juga punya bakat besar," kata Yonathan sapaan akrabnya via WhatsApp, Jumat (30/11).

Yonathan lolos audisi TVI di Jakarta. Dia yang tinggal di Yogjakarta berangkat ke ibu kota dengan kereta. Itu kali pertama dilakukan. Usai menyisihkan ribuan peserta, dia masuk tahap blind audition.

"Sebelum blind audition ada tiga tahap audisi yang aku lewatin," ucap pemuda 21 tahun itu.

Dalam tahapan itu, dia membawakan lagu yang memang disukai. Hasilnya dua coach—istilah mentor dalam ajang tersebut, Armand Maulana dan Titi DJ memilihnya. Teknik menyanyinya dipuji. Bakat suaranya tak diragukan. Pemuda utusan beasiswa Pemkab Bengkayang itu lantas memilih Armand Maulana.

"Alasannya mungkin dia lebih bisa buat aku lebih baik di babak selanjutnya, dengan gaya panggungnya dia yang heboh aku pengen banyak dapat ilmu, supaya ke depannya di karir aku menyanyi bisa seperti dia, tak ada malunya di atas panggung," katanya.

Langkah Yonathan memang masih jauh. Masih ada babak knock-out, battle round, live dan semi final. Dia pun mengatakan akan berusaha semaksimal mungkin demi mimpi-mimpinya.

“Kita harus berani bermimpi besar dan jangan takut untuk gagal. Jangan menyerah dengan keadaan, tetap fight dengan mimpi, karena selalu ada jalan kalau kita mau berusaha, tetap andalkan Tuhan itu yang penting,” tutupnya. (narwati/balasa)