Warga Tunggu Janji Gubernur Perbaiki Jalan Suti Semarang

Bengkayang

Editor Admin Dibaca : 1852

Warga Tunggu Janji Gubernur Perbaiki Jalan Suti Semarang
JALAN RUSAK – Meri, guru di SMP Negeri 2 Suti Semarang, berpose di atas jalan rusak di Suti Semarang. Menurut Meri, jalan tersebut belum pernah diperbaiki optimal oleh pemerintah.
BENGKAYANG, SP – Pertumbuhan ekonomi di Kecamatan Suti Semarang, Bengkayang, tertinggal, akibat pembangunan infrastruktur di daerah yang berjarak 54 kilometer dari pusat kota ini, berjalan lamban.

Meri, satu di antara warga Suti Semarang mengatakan, kondisi pembangunan mulai dari jalan, jembatan, listrik, sampai fasilitas pendidikan dan kesehatan, masih minim. 

Guru di SMP Negeri 2 Suti Semarang ini menilai, faktor paling penting penyebab lambannya perkembangan ekonomi adalah akses transportasi. Kerusakan jalan dan jembatan yang berlangsung cukup lama membuat upaya perbaikan infrastruktur lain juga sulit dilakukan. Meri berharap pemerintah bisa memberi perhatian lebih.

"Jalan Suti bukan permasalahan baru. Sudah lama, tapi tetap begitu saja. Saya berharap pemerintah bisa memperhatikan , dan segera dibangun. Walaupun memang pemeritah provinsi sudah berkomitmen untuk itu," kata Meri, Minggu (10/3).

Menurut dia, hingga saat ini, belum pernah akses jalan Suti Semarang-Bengkayang dalam kondisi baik. Artinya memang tak tersentuh pembangunan. Jika pun ada tidak optimal dan menyeluruh. 

"Kita tidak minta yang lain. Hanya minta dibangunkan jalan. Jika jalan dan jembatan sudah diperbaiki, pasti perkembangan infrastruktur lain, seperti bangunan sekolah, kesehatan, serta pemasangan listrik akan gampang," ujarnya.

Anggota DPRD Bengkayang, Eddy mengatakan, terkait pembangunan Jalan Suti Semarang yang berstatus jalan provinsi, barang tentu jalan tersebut menjadi perhatian Pemprov Kalbar. 

"Maka saya berharap dan minta jalan tersebut segera dibangun, dan untuk program pembangunan jalan yang sedang berjalan untuk diteruskan dan diselesaikan pengerjaannya," ujar Eddy. 

Eddy berharap agar pembangunan jalan tetap dianggarkan pada APBD Provinsi Kalimantan Barat, karena masyarakat Suti Semarang sangat merasa kesusahan dengan kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah. (nar)