BNNK Bengkayang: 18 Titik Rawan Peredaran Narkoba Berada di Perairan

Bengkayang

Editor Admin Dibaca : 237

BNNK Bengkayang: 18 Titik Rawan Peredaran Narkoba Berada di Perairan
PRESS RILIS – BNNP Kalbar bersama kepolisian dan pemerintah daerah menggelar pers rilis dan pemusnahan barang bukti pengungkapan 107 Kg sabu dan 114 butir ekstasi di Pantai Gosong, Sungai Raya Kepulauan, Bengkayang, pekan lalu.
BENGKAYANG, SP - Badan Narkoba Nasional Kabupaten (BNNK) Bengkayang memetakan, ada sebanyak 29 titik rawan masuknya peredaran gelap narkoba di Bengkayang. Ke-29 titik itu terbagi menjadi dua: 11 titik di perbatasan dan 18 titik di wilayah pesisir pantai.

Kepala BNNK Bengkayang, Antonius Freddy Romy mengatakan, 11 titik rawan di perbatasan merupakan jalur tikus. Sementara 18 titik di wilayah perairan ada tempat-tempat sandar kapal, dermaga dan tempat pelelangan ikan yang berada di Kecamatan Sungai Raya dan Sungai Raya Kepulauan.

“Kita telah mengidentifikasi daerah-daerah rawan masuknya narkoba di Bengkayang, diantaranya 29 titik itu,” kata Romy, Kamis (21/3).

Masuknya narkoba dari jalur perairan, seperti yang terungkap belum lama ini, tepatnya di Pantai Gosong, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, dengan barang bukti 107 Kg sabu dan 114 ribu butir ekstasi, merupakan yang keempat kalinya. Artinya sudah tiga kali lolos. Penangkapan tersebut merupakan yang terbesar di Kalbar.

"Mudah-mudahan ini yang terakhir, dan kami akan semakin ketat dalam melakukan pengawasan di wilayah laut dan perbatasan," ucapnya.

Menurut dia, penangkapan tersebut dilakukan berdasarkan pengembangan yang sudah dilakukan empat hari sebelumnya. "Kedua tersangka memang sudah dibuntuti, dan diamati yaitu di salah satu hotel di Singkawang," ujarnya.

Kemudian sorenya, kedua pelaku berangkat ke arah Pontianak, dan mereka berhenti di Pantai Gosong untuk mengambil barang tersebut (narkotika) yang dikemas dalam boks ikan, dan dibawa ke arah Pontianak. Kemudian berhasil digagalkan oleh BNNP dan BNNK. Untuk tiga tahun terakhir, BNNK Bengkayang sudah berhasil mengungkapkan kasus peredaran narkoba sebanyak 187,02 Kg.

"Itu dilakukan ada pengembangan pada tahun 2017 sampai awal tahun 2019," bebernya.

"Barang tersebut sebagaian besar dari luar negeri. Terutama cina," lanjut dia.

Kasat Narkoba Polres Bengkayang, Iptu Dwi Raharjo mengatakan, selalu melakukan antisipasi bersama-sama mengingat pentingnya pencegahan dan penanggulangan peredaran narkoba, khususnya di wilayah Bengkayang.

Upaya yang dilakukan yaitu dengan mapping terhadap dugaan masuknya peredaran narkoba, di wilayah batas Malaysia yaitu di Jagoi Babang dan Siding, dan juga di sepanjang bibir pantai, mengingat banyak sekali steher, atau sandaran perahu kecil di sepanjang pantai di Sungai Raya dan Sungai Raya Kepulauan.

Kemudian melibatkan Polsek, Bhabinkamtibmas, Bhabinsa dan masyarakat setempat. Seluruh sektor dituntut sama-sama peduli dan sinergi mengamankan wilayah.

Kepala Desa Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Rezza Herlambang menanggapi pernyataan BNN, bahwa tidak dapat dipungkiri jalur laut menjadi salah satu yang paling rawan untuk peredaran narkoba. Menurutnya, garis pantai yang panjang menjadi kendala untuk pengawasan.

Langkah yang bisa diambil selain menambah patroli pengawasan, dapat juga menggandeng kelompok nelayan untuk menekan peredaran narkoba lewat jalur laut. Selain itu dapat juga dibangun pos pengawas di tiap titik rawan. “Semua langkah tersebut mungkin tidak dapat menghilangkan 100 persen peredaran, namun setidaknya mampu mengurangi kerawanan," ucapnya.

Anggota DPRD Bengkayang, Eddy mengatakan, peredaran narkoba sangat mengkhawatirkan, karena sudah terjadi untuk kesekian kalinya, serta cendrung masyarakat yang menjadi tersangka, pengedar dan pengguna.

 "Saya meminta aparat pemerintah untuk lebih memperketat pemeriksaan, dan pengawasan serta menindak secara tegas terhadap jaringan pengedar narkoba, seperti pada kasus-kasus yang belum lama terjadi," ucapnya.

Pemerintah juga harus bersikap arif dan bijaksana terhadap pengguna narkoba yang mungkin menjadi korban, sehingga masa depan mereka bisa diselamatkan. Selain itu, peran penting pada orangtua dalam memperhatikan dan mengawasi keberadaan anak-anak mereka, sehingga tidak terjerat dan menjadi pengedar atau pengguna narkoba.

 "Saya juga berharap jangan sampai ada aparat pemerintah yang masuk dalam jaringan peredaran narkoba, jika ada maka harus juga ditindak secara berani dan tegas," tutupnya. (nar/ang)