Jumat, 13 Desember 2019


Inovasi Teknologi Pertanian

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 153
Inovasi Teknologi Pertanian

BANGGA- Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot berfoto bersama sekaligus menunjukan mesin pembumbunan yang merupakan teknologi inovasi UPT Pertanian Sanggau Ledo. Bupati diminta mendukung Hak Paten atas penemuan alat ini.

Hampir satu tahun ini pihak UPT Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perkebunan Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang membuat penemuan baru dibidang teknologi pertanian, yakni Mesin Pembumbunan. 

Melalui kegiatan Ekspose Inovasi Teknologi di Kompleks AURI Singkawang II kemarin, Plt. Kadis Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perkebunan, Kabupaten Bengkayang Erlianus,  mengatakan dengan alat danger jagung yang di ciptakan oleh masyarakat Desa Bange, Kecamatan Sanggau Ledo, melalui UPT Sanggau Ledo merupakan alat pertanian yang awalnya dibuat karena sebelumnya menggunakan alat manual.

Lalu kemudian berhasil diciftakan alat tersebut yang diakui sebagai novasi tekhnologi terbaru.  Atas dasar itu pula, Erlianus meminta kepada Bupati untuk mematenkan alat danger jagung ini. "Saya  minta kepada Bupati untuk mendukung Hak Paten teknologi tersebut agar tidak diklaim pihak lain," pintanya

Mesin Pembumbunan yang ditemukan pihak UPT ini berfungsi sebagai alat penimbunan tanah dipangkal rumpun tanaman agar tanaman tetap berdiri tegak. Tanah di sekitar tanaman seringkali terkikis oleh erosi air terutama air irigasi maupun air hujan. Sehingga tanah yang ada di sekitar tanaman tidak mampu lagi menopang tegaknya tanaman. 

"Dengan mesin ini, para petani jagung menjadi lebih efektif dan efisien karena akan menghemat tenaga, waktu dan biaya pada saat penanaman," ujarnya, kemarin. 

Jika sebelumnya dengan cara manual, kata Erlianus   petani menggunakan cangkul dan membutuhkan tenaga dan banyak waktu, kedepan dengan adanya mesin danger para petani sudah bisa menggunakan alat berbasis teknologi, sehingga hasil panen lebih maksimal sesuai dengan yang diharapkan. 

Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, mengapresiasikan atas inovasi yang dilakukan atau dibuat UPT Sanggau Ledo, Ia mengharapkan semakin menunjang kemajuan disektor pertanian. 

"Masa lalu menanam jagung dengam sistem tradisional mungkin berkembang tapi tidak mendapatkan hasil yang memuaskan," ujarnya. 

Bupati juga mengingatkan kepada tim penyuluh, tahun ini telah dibentuk pos penyuluh pada 122 Desa yang bertujuan untuk menumbuhkan rasa tanggungjawab yang besar terhadap sektor pertanian. 

"Peran Penyuluh sangat penting guna mendukung kemajuan dibidang pertanian, sehingga kedepan pertanian di Kabupaten Bengkayang semakin maju,"katanya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Bengkayang,Eddy mengaku sangat mengapresiaai inovasi yang telah dilakukan oleh UPT Ketahananan Pangan, Pertanian dan Perkebunan Sanggau Ledo.

"semoga dapat bermanfaat untuk kegiatan pertanian, terkait dengan upaya untuk pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual tentu perlu mendapatkan dukungan, silahkan saja mempersiapkan kelengkapan administrasi yang menjadi persyaratan untuk mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual kepada Direktorat Kekayaan Hak Intelektual pada Departemen Hukum dan HAM," sarannya (nar/nak)