Kenakalan Remaja di Bengkayang Tinggi

Bengkayang

Editor elgiants Dibaca : 361

Kenakalan Remaja di Bengkayang Tinggi
STIK-PTIK Widya Bhara Daksa saat melakukan audensi dengan Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, Senin (22/4). Sebanyak 13 mahasiswa STIK-PTIK akan di tempatkan di Bengkayang dalam rangka mencegah tingginya angka kenakalan remaja di wilayah ini.
BENGKAYANG, SP- Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian-Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian atau STIK-PTIK Widya Bhara Daksa angkatan 76 melaksanakan  kegiatan pengabdian masyarakat (Dianmas) di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

Pengabdian masyarakat ini dilakukan selama lima hari, mulai dari tanggal 22 April sampai 25 April 2019, dengan sasaran sekolah yang ada di Bengkayang.

Kegiatan tersebut dilakukan oleh sebanyak 13 mahasiswa STIK-PTIK, yang didampingi oleh Kombes Pol Agus Kurtubi, dan Dosen Dr. Yopik Gani. Pengabdian masyarakat yang dilakukan ini mengambil tema "Penanggulangan Kenakalan Remaja Yang Menjadi Pelaku Kejahatan di Kabupaten Bengkayang”.

Kombes Pol Agus Kurtubi mengatakan,  pengabdian masyarakat yang dilakukan di Bengkayang ini merupakan bagian dari penyusunan tugas akhir mahasiswa STIK-PTIK Widya Bhara Daksa angkatan 76. 

"Kegiatan akan dilakukan beberapa hari kedepan. Dengan sasaran anak sekolah," ungkapnya, Selasa (23/4).

Sebelumnya menempatkan para siswa dilapangan, pihak STIK-PTIK Widya Bhara Daksa sudah terlebih dahulu melakukan Audensi dengan Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot pada Senin (22/4) kemarin. 

Dalam pertemuan tersebut, Bupati mengarahkan kepada mahasiswa STIK-PTIK untuk dapat membantu pemerintah kabupaten Bengkayang mengkaji akar masalah, penyebab maraknya kenakalan remaja yang ada di Kabupaten Bengkayang. 

"Hasil dari kajian itu, diharapkan dapat memberikan manfaat, rekomendasi sebagai solusi untuk memecahkan persoalan maraknya kenakalan remaja yang berujung pada kejahatan yang dilakukan anak remaja di Bengkayang ini," ujar Gidot.

Kombes Pol Agus Kurtubi mengatakan, dari hasil kajian yang sudah dilakukan dapat diidentifikasi penyebab maraknya kenakalan remaja di Bengkayang. Dari temuan dilapangan menurutnya, beberapa faktor yang mempengaruhi seperti pada kultur budaya. 

"Masalah tersebut tidak lepas dari kultur Budaya. Seperti di kabupaten Bengkayang ini terdapat dua acara besar, ada Gawai Padi dan Gawai Pesta Rakyat. Dalam pesta rakyat (pernikahan) dimana dalam hal ini mengundang penyanyi dan penari yang mempertontonkan tarian striptis dan cenderung akan diikuti oleh remaja," jelasnya. 

Selain itu juga katanya, kenakalan tersebut pengaruh penggunaan handphone yang tidak diawasi oleh orangtua. Sehingga didalam handphone tersebut terdapat video porno yang dapat ditonton setiap saat. 

"Ada juga peredaran minuman keras yang tak beralkohol, dan aturan hukum yang belum ada. Juga pengawasan orangtua yang kurang terhadap anak. Banyak anak yang menjadi korban KDRT , sehingga mencari kebebasan diluar rumah. Terakhir, tingginya angka anak putus sekolah di kabupaten Bengkayang, walaupun pendidikan gratisan sudah dicanangkan," ulas Kombes Pol Agus Kurtubi. 

Dirinya berharap, dengan adanya pengabdian masyarakat yang dilakukan melalui sosialisasi di sekolah-sekokah nantinya mampu memberikan masukan yang bermanfaat. Serta dengan kegiatan Dianmas ini mampu memberikan masukan dan saran untuk upaya menanggulangi kenakalan remaja yang menjadi pelaku kejahatan di kabupaten Bengkayang. (nar/nak)

Polres Landak Rutin Gelar Patroli

Upaya mengatasi berbagai persoalan dan tindak kriminal juga terus dilakukan oleh Satuan Sabhara Polres Landak yang menggelar patroli preventif untuk mencegah kejahatan melalui online. Patroli itupun memang dilakukan secara rutin oleh Sat Sabhara Polres Landak. 

Menurut Kapolres Landak AKBP Bowo Gede Imantio melalui Kasat Sabhara Iptu Joko Prakoso mengatakan, patroli yang dilakukan itu mengingat tindak kriminal bisa saja terjadi kapan saja dan dimana saja.

"Hal ini ditambah lagi dengan adanya kemajuan teknologi informasi. Jelas saja kejahatan online bisa juga terjadi. Contohnya seperti penipuan melalui online," ujar Joko, Selasa (23/4).

Dikatakannya, melihat kasus-kasus yang marak terjadi belakangan ini, sudah banyak laporan kasus penipuan online yang dialami masyarakat.

 "Maka dari itu kita rutin memberikan imbauan dan pesan kepada masyarakat untuk berhati-hati dengan penipuan online ini. Apalagi masyarakat sangat rentan menjadi korban penipuan online," katanya. 

Dia meminta kepada masyarakat harus lebih intensif dan berhati-hati jika menggunakan jaringan online. Sebab, kalau tidak masyarakat bisa menjadi korban penipuan online yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

"Untuk itu, kami dari pihak kepolisian tak bosan-bosannya mengimbau kepada kita semua untuk menjadi pengguna jaringan online yang cerdas," ingatnya. 

Joko berharap, dengan adanya patroli preventif itu, tentunya dapat menekan kejahatan penipuan online yang marak terjadi saat ini.
"Jaringan online memang media yang rentan akan penipuan. Apalagi belanja online. Sebab, transaksi yang dilakukan tidak secara langsung, hanya mengandalkan asas kepercayaan antara pembeli dan penjual," ungkapnya.

Sebagai konsumen dia meminta masyarakat harus jeli dan berhati-hati jika melihat produk-produk yang ditawarkan melalui online. Apalagi kebanyakan konsumen tergiur oleh foto produk bagus yang dipajang dijaringan online. Hal itupun ditambah lagi dengan harga yang drastis jauh lebih murah dengan harga aslinya.

"Dengan demikian, konsumen tertarik dan mentransfer sejumlah uang yang telah ditetapkan kepada penjual. Tapi tanpa disadari itu adalah siasat penjual untuk memancing konsumen agar tertarik membeli produknya dengan harga yang murah. Maka itu dipandang perlu kita berikan imbauan dan pesan Kamtibmas kepada masyarakat agar tidak ada lagi yang menjadi korban penipuan online," kata Joko. (dvi/nak)