Petani Bengkayang Keluhkan Irigasi

Bengkayang

Editor elgiants Dibaca : 178

Petani Bengkayang Keluhkan Irigasi
PANEN PADI - Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot saat panen padi di salah satu sentra sawah pertanian yang ada di Bengkayang. Saat ini petani di wilayah Kecamatan Teriak mengeluhkan saluran irigasi yang tidak berfungsi. Ist
BENGKAYANG, SP- Sebagian Petani di Kecamatan Teriak Kabupaten Bengkayang mengeluh sulit untuk pengairan sawah karena irigasi rusak atau tidak berfungsi sejak empat tahun terakhir. Agar sawah tetap teraliri air, petani terpaksa berupaya membuat saluran irigasi dari timbunan tanah.

Menurut Apoi (petani), mengaku irigasi tak berfungsi total sejak empat tahun terakhir. Karena sudah tak berfungsi, mereka terpaksa membuat saluran irigasi timbunan tanah sederhana yang jika sewaktu-waktu akan mudah roboh diterjang banjir.

"Kita sebagai petani berharap pemerintah kabupaten Bengkayang melalui instansi terkait membantu perbaikan bendungan irigasi.  Karena irigasi ini sangat dibutuhkan untuk pengaliran air sawah. Jika tidak atau sungai kering musim kemarau petani bisa gagal panen," ujarnya, Selasa (21/5).

Lanjut Apoi, irigasi yang rusak di kecamatan Teriak ini membantu pengairan belasan hektar sawah petani. Di dua desa sekaligus, yakni desa Dharma Bhakti dan desa Sebetung Menyala Kecamatan Teriak.

"Sejak irigasi tak lagi berfungsi, setiap tahun kami harus mencari puluhan batang bambu ke dalam hutan untuk irigasi agar saluran air lancar ke sawah," tuturnya. 

Menanggapi hal itu, Pengelolaan Air Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pangan Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bengkayang, Dwi Sigit Sulistio mengatakan, pemerintah Kabupaten Bengkayang melalui dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kabupaten Bengkayang atau DP3 akan memberikan bantuan perbaikan jaringan irigasi tingkat tersier untuk persawahan seluas 200 hektar di kabupaten Bengkayang.

Bantuan perbaikan irigasi tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan Belanda Negara (APBN) tahun 2018. Masing-masing perhektarnya dianggarkan sebesar Rp1,3 juta rupiah. 

"Bantuan rehabilitasi dianggarkan melalui kementerian Pertanian yang bersumber dari APBN tahun 2018. Bantuan tersebut untuk kabupaten Bengkayang," kata Sigit.

Sigit menyebut, minimal dari total luas lahan sawah yang ada tersebut, jumlah irigasi yang dapat perbaikan 10 unit irigasi. Kemudian, Kecamatan yang mendapatkan rehabilitasi perbaikan irigasi sawah di kabupaten Bengkayang merupakan sentral produksi padi. Yakni Bhakti di kecamatan Sungai Betung, Teriak, Lumar, dan Sungai Raya Kepulauan.

Sigit menambahkan bahwa tahun 2018 bantuan perbaikan irigasi persawahan dari pusat menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 500 hektar pada tahun 2017.  

"Bantuan tersebut terbilang menurun jika kita melihat ditahun sebelumnya. Karena pemeritah juga memiliki indikator atau penilaian sehingga proposal yang masuk disetujui sebesar itu," katanya. (nar/nak)

Harap Bantuan Irigasi Tepat Sasaran

ANGGOTA DPRD kabupaten Bengkayang,  Eddy berharap realisasi perbaikan irigasi persawahan yang bersumber dari APBN tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan data. Serta mengedepankan mutu dan kualitas. Sehingga, bantuan tingkat tersier tersebut dirasakan lebih lama manfaatnya bagi petani di Kabupaten Bengkayang.

Eddy menyampaikan, bantuan dari pemerintah adalah sebagai upaya untuk meningkatkan indek pertanaman padi di kabupaten Bengkayang yang lebih berkualitas.

"Berharap perbaikan irigasi menjadi salah satu prioritas dan terealisasi tepat sasaran. Hasilnya juga berkualitas dan layak. Sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh petani," ujar Eddy, Selasa (21/5) 

Selanjutnya kata Eddy, OPD yang membidangi pertanian juga perlu rencana lebih  matang dalam pendataan perbaikan sarana dan prasarana infrastruktur pertanian, sesuai dengan kebutuhan yang diharapkan petani. Sehingga tidak semata-mata soal proyek.

“Kita minta dinas terkait seyogyanya punya database berapa jumlah sawah. Jumlah insfratruktur irigas yang layak untuk di perbaiki. Sehingga kedepan dana bisa bermanfaat betul untuk petani. Dan tentu irigasi mesti menjadi prioritas," pungkasnya.

Pemda Bengkayang juga perlu ekstra kata Eddy,  memberdayakan penyuluh pertanian dilapangan. Bagaimana cara mengatasi  hama, dan cara mengembangkan produksi padi lebih baik. Agar produktivitas hasil pertanian kabupaten Bengkayang bisa terus meningkat. (nar/nak)