Rabu, 18 September 2019


Polres Bentuk Satgas Antisipasi Mafia Pangan

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 80
Polres Bentuk Satgas  Antisipasi Mafia Pangan

KONTROL PANGAN - Petugas tampak sedang melakukan kontrol dan pengecekan terhadap harga Sembako di pasaran. Di Bengkayang Polres Bengkayang telah membentuk Satgas Pangan dalam mengantisipasi terjadinya penimbunan atau mafia pangan di bulan Ramadhan dan jel

BENGKAYANG, SP - Polres Bengkayang telah membentuk Satuan Tugas (satgas) pangan dalam mengantisipasi terjadinya penimbunan atau mafia pangan di bulan Ramadhan dan jelang IdulFitri 2019. 

Satgas pangan dipimpin oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bengkayang. Saat ini satgas  sudah melakukan beberapa kegiatan secara periodik maupun insidentil. 

Kapolres Bengkayang, AKBP Yos Guntur Yudi Fauris Susanto mengatakan, pembentukan satgas pangan ini selain dibentuk atas nama Polres juga tim satgas pangan yang melibatkan instansi terkait, seperti Disperindag.

"Tugas pokok dari satgas pangan ini untuk memantau harga-harga yang ada di kabupaten Bengkayang, sehingga dengan harapan harga-harga tetap stabil,  sesuai dengan harga yang sudah ditentukan oleh pemerintah.  Baik itu sembako, lauk pauk dan sebagainya," ujar Kapolres, Kamis (23/5). 

Kapolres juga berharap, ekonomi yang ada di Bengkayang berjalan dengan normal dengan telah di bentuknya tim satgas pangan. Tidak ada lagi kartel atau pedangan yang coba melakukan monopoli dan memanipulasi harga yang ada di pasar Bengkayang. 

"Menjelang Idul Fitri tahun 2019 ini kita berharap tidak ada gejolak apapun. Sehingga masyarakat yang merayakan hari besar bisa mengikuti dan memenuhi hajat hidupnya dengan baik, tentu dengan perekonomian yang baik dan mendukung," ujarnya. 

Hingga saat ini, kata Kapolres harga masih stabil. Pihaknya juga terus melakukan pengecekan dan melaporkan secara berjenjang ke Polda Kalbar. 

Lebih jauh Kapolres mengatakan, dalam menghadapi Idul Fitri, Polres Bengkayang terus melakukan pengawasan di wilayah perbatasan Jagoi Babang. Mengingat, perbatasan menjadi jalur yang rentan masuknya barang ilegal. 

"Wilayah kita ini berbatasan dengan Malaysia, kami dari Intelijen yang dibackup oleh direktorat intelijen Polda Kalbar, dan dari Mabes Polri pun bersama melakukan pengamanan di perbatasan. Untuk mencegah barang-barang ilegal yang masuk di wilayah hukum Polres Bengkayang," terangnya. 

Pengamanan tersebut dilakukan agar tidak ada lagi baik itu sembako, beras, gula, bawang dan sebagai masuk di Indonesia, terutama di Kalbar dan dapat menganggu perekonomian Indonesia. Karena berpotensi merusak harga pasaran yang ada. 
"Tentu ini sangat menganggu perekonomian yang ada di Kalbar," ujarnya. (nar/nak)

Belum Temukan Upaya Penimbunan

Kasat Reskrim Polres Bengkayang, AKP Michael Terry Hendrata, yang juga memimpin satgas pangan Polres Bengkayang mengatakan pihaknya sudah turun dilapangan pada bulan Mei untuk memantau harga kebutuhan pokok di pasar. 

"Adapun yang sudah kita cek seperti ayam potong, bawang, cabe rawit, telur ayam, minyak goreng, dan sebagainya sebagian besar masih stabil. Artian masih sesuai dengan head.  Hanya saja beberapa komoditi, bapok yang mengalami kenaikan harga yakni cabe rawit dan cabe merah," ujarnya.

Adapun terhadap kenaikan harga tersebut,  Satgas Pangan Polres Bengkayang bersama dengan dinas terkait seperti Disperindag, Dinas koperasi, Bulog,  guna nanti akan melakukan operasi pasar bersama, terutama jelang IdulFitri demi menstabilkan harga pokok di kabupaten Bengkayang.

"Untuk ketersediaan barang, untuk ketersediaan bapok-bapok di pasar selama ini memang sebagian besar tersedia. Namun untuk harga memang dua komoditi yang naik. Tapi untuk penimbunan yang menyebabkan kelangkaan untuk bapok ini belum kita temukan," ujarnya. 

"Namun kita berupaya, jika memang ada spekulan-spekulan yang kita temukan, dan ada pihak yang melakukan penimbunan  kita akan melakukan kegiatan represif atau penegakan hukum," tambahnya lagi. 

Ia menghimbau kepada masyarakat kabupaten Bengkayang  khususnya pelaku pasar atau pedangan silahkan melakukan pedagangan dengan baik. Tidak melakukan penimbunan terhadap barang, sehingga akan terjadilah kelangkaan dan pada akhirnya berdampak pada harga. (nar/nak)