Selasa, 24 September 2019


Harga Ikan Laut di Bengkayang Naik

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 133
Harga Ikan Laut di Bengkayang Naik

NELAYAN - Sekelompok nelayan tampak sedang menarik jaring. Di Bengkayang harga ikan laut mengalami kenaikan harga karena cuaca buruk sementara permintaan terhadap daging ikan tinggi. Ist

Jelang hari raya Idul Fitri 1440 H, tahun 2019 sebagian pedagang ikan di pasar Inpres Kelurahan Bumi Emas, Kecamatan Bengkayang mengalami kekurangan pasokan ikan laut, yang di ambil dari kota Singkawang, sejak sepakan terakhir.

Kenaikan harga adalah pemicunya, sebab hampir terjadi di semua jenis ikan laut. Hal ini dilatar belakangi tingginya permintaan masyarakat terhadap kebutuhan daging selama berlangsungnya  bulan puasa sementara cuaca kerap tidak mendukung bagi nelayan untuk melaut.

Kenaikan harga rata-rata Rp5000 rupiah perkilogram dan hampir terjadi di semua jenis ikan laut. Kenaikan tersebut seperti pada ikan Tongkol, yang awalnya dijual Rp35 ribu menjadi Rp40 ribu perkilogramnya. Begitu juga dengan ikan mata besar, ikan bandeng, ikan ajahan,  tenggiri dan ikan sarden.

Abas, penjual ikan yang sehari-hari berjualan di pasar Inpres Bengkayang mengatakan, penyebab pasokan ikan berkurang karena pengaruh cuaca di laut sehingga memicu nelayan untuk sulit mendapatkan ikan.

"Sekarang cuaca kurang baik,  jadi nelayan susah dapat ikan," ujarnya, Kamis (30/5).

Ia menambahkan, harga ikan biasanya cenderung stabil dan bahkan bisa turun hingga mendekati Idul Fitri nanti.

Anggota DPRD Kabupaten Bengkayang, Eddy mengatakan, jika karena alasan cuaca tidak baik sehingga nelayan susah mendapatkan ikan, kemudian mengakibatkan naiknya harga ikan di pasar, tentu  dapat dimaklumi.

Tetapi kata Eddy, dalam hukum pasar itu ada istilah yang mengatakan, apabila permintaan tinggi maka penawaran juga tinggi atau harga menjadi naik. Apalagi saat ini menjelang mendekati hari raya, pasti permintaan akan tinggi.

"Saya mengimbau kepada para pedagang agar tidak terlalu memanfaatkan keadaan untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya. Jika Masyarakat atau konsumen merasakan kenaikan harga ikan terlalu tinggi, maka untuk sementara dapat juga mengkonsumsi lauk pauk lainnya seperti daging ayam atau ikan air tawar," imbaunya. (nar/nak)