Jumat, 15 November 2019


Oknum Caleg Terpilih Bengkayang Diduga Lakukan Asusila

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 649
Oknum Caleg Terpilih Bengkayang Diduga Lakukan Asusila

Kampanye stop kekerasan terhadap perempuan oleh KPPAD

BENGKAYANG, SP - Kasus asusila menimpa seorang perempuan Nn (20) warga Dusun Luu, Desa Sungkung II, Kecamatan Siding, Kabupaten Bengkayang. Akibatnya korban sampai hamil lalu melahirkan seorang anak.

Belakangan mulai terkuak bahwa pelakunya diduga adalah oknum Caleg dari partai Perindo Daerah Pemilihan 2 Bengkayang.  Namun pihak keluarga justru menuduh Supardi Daok (28) warga Dusun Akit, Desa Sungkung I, Kecamatan Siding  sebagai pelakunya, karena memang antara korban dan tertuduh memang berteman. 

Atas kejadian tersebut, Supardi Daok merasa tidak terima dan  membuat pengaduan ke Polres Bengkayang, Jumat (14/6) dengan laporan pencemaran nama baik di media sosial messenger dengan akun facebook atau messenger atas nama Dilik yang merupakan Abang kandung Nn yang saat ini sedang kuliah di salah satu perguruan tinggi di kota Pontianak. 

Pencemaran nama baik itu sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 335 ayat (1) KUH Pidana atau setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan atau membuat dapat diakses elektronik dan dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan dan atau pencemaran nama baik  sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 45 ayat (3) Jo pasal 27 ayat (3) UU nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2018 tentang ITE. 

Menurut Supardi Daok, korban Nn sudah melahirkan seorang bayi laki-laki pada 27 Mei 2019 lalu, dan pihak keluarga  menuduh dirinya sebagai pelaku.  "Nn sudah melahirkan, yang di tuduhkan pihak keluarganya ke saya," ujar Supardi Daok saat di hubungi, Minggu (16/6). 

Daok mengaku tidak merasa berbuat dengan korban, hanya sebagai teman dan kebetulan korban satu wilayah  Kecamatan  namun beda desa. Daok mengatakan  korban tinggal di Dusun Luu, Desa Sungkung II. Korban Nn adalah mahasiswi dan selama kuliah korban tinggal di rumah  DR  (36, diduga pelaku) di Bengkayang. DR juga merupakan  mantan Kades Sungkung II dan calon legislatif pemilu 2019 (caleg terpilih) dapil 2 Bengkayang yang di usung partai Perindo, status DR juga sudah berkeluarga. 

"Memang saya pernah ketemu sejak korban kuliah di Akademi Manajemen Bumi Sebalo Bengkayang bulan Desember tahun 2018 lalu, tapi sudah memang dalam keadaan mengandung 5 bulan," terang Daok. 

Daok merasa  tuduhan yang di alamatkan Abang kandung Nn kepada dirinya tidaklah benar, sehingga kemudian dirinya memilih untuk melaporkan kejadian tersebut pada pihak kepolisian. 

“Karena itu saya melaporkan kejadian dan tuduhan tidak benar Dilik, adalah pencemaran nama baik," tuturnya. 

Ketua DAD Kecamatan Siding, Gunawan  mengaku prihatin dengan informasi kejadian asusila yang terjadi di Sungkung II. Gunawan meminta agar penegak hukum bertindak tegas apabila hal tersebut benar terjadi, dan di duga DR pelakunya. 

"Saya sangat prihatin dengan informasi tentang asusila yang  terjadi di Sungkung II, Dusun Luu,  Kecamatan Siding.  Apabila hal ini benar-benar terjadi, kami mohon kepada penegak hukum untuk segera tindak tegas pelakunya," pinta Gunawan.
 
Hal yang sama juga disampaikan  Tokoh Masyarakat Sungkung, Jakius Moong  yang mengaku sangat prihatin atas kasus tersebut dimana yang menjadi korban adalah warganya sendiri. Apalagi korban masih mahasiswa, dan harus kehilang masa depan. Pasalnya  pelaku DR tidak berkenan Nn untuk membuka rahasia tersebut.

"Jika di pikir pakai akal sehat sangat menyedihkan dan penyiksaan yang terencana. Kami sebagai tokoh masyarakat yang ada di Sungkung  ikut merasa sedih dan prihatin. Yang mana kejadian tersebut di suruh si korban jangan sekali-kali membuka rahasia tersebut. Tetapi Tuhan punya rencana yang sangat baik. Ternyata si korban telah merasa kesakitan untuk melahirkan maka dia sebut nama pelaku si DR. Dengan bidan kampung dan tiga tenaga medis ikut mendengar pernyataan si korban," jelas Moong. 

Selanjutnya, kata Moong pelaku DR malah mendatangi orangtua Nn pada malam kedua pasca melahirkan, mendesak dan memaksa menandatangani surat damai. Akan tetapi yang membuat Ia binggung, surat damai tentang apa? 

"Jika si korban benar, tidak bersalah bukan di selesaikan di malam hari dan tokoh masyarakat serta tokoh adat tidak ikut menyelesaikan  masalah tersebut . Harusnya libatkan tokoh masyarakat, tokoh adat , ini tidak," ujarnya. 

Moong berharap  kejadian ini tidak terulang kembali dan berlarut di masa yang akan datang, perlu bantuan media dan di tindak lanjuti oleh aparat penegak hukum, dan pihak perlindungan anak turun langsung di TKP untuk menyelidik hal ini lebih dalam.

Hingga berita ini diturunkan belum ada komfirmasi dari terduga pelaku DR meskipun telah dihubungi. Pesan yang dikirim via WhatApps hanya di baca oleh tersangka tanpa dibalas. (nar/nak)

Pengaduan Sudah Masuk Polres

Kasat Reskrim Polres Bengkayang AKP Michael Terry Hendrata, membenarkan adanya laporan pengaduan dari Supardi Daok, pada Jumat ( 14/6). Pengaduan pencemaran nama baik tersebut diterima oleh petugas piket Sat Reskrim, Brigadir Handrow Hutagalung. 

Atas pengaduan tersebut lanjut Michael, penyidik akan mengundang saksi-saksi untuk melakukan pemeriksaan guna koory dengan ahli bahasa. Sebab dalam beberapa percakapan oleh tokoh masyarakat setempat dengan korban terjadi dalam bahasa daerah Sungkung. Adapaun tujuan tokoh masyarakat berbicara dengan korban adalah untuk menguak siapa pelaku sebenarnya yang menghamili korban Nn.

"Penyidik mengundang saksi-saksi untuk dilakukan pemeriksaan guna nanti koordinasi dengan ahli bahasa untuk kata-kata tersebut," ungkap Michael Terry Hendrata. (nar/nak)