Rabu, 20 November 2019


PN Bengkayang Gelar Sidang Perdana Kasus 107 Kilogram Sabu dan 114 Ribu Butir Ekstasi

Editor:

Nana Arianto

    |     Pembaca: 694
PN Bengkayang Gelar Sidang Perdana Kasus 107 Kilogram Sabu dan 114 Ribu Butir Ekstasi

TERDAKWA - Dua terdakwa dalam kepemilikan 107 Kilogram Sabu dan 114 Ribu Butir Ekstasi, Ignasius Petrus Loli alias Arnoldus Topan dan Hendri alias Muhamad Idiris tampak berada dalam sel tahanan. (SUARA PEMRED/NARWATY)



BENGKAYANG, SP
-  Pengadilan Negeri Bengkayang  menggelar sidang pertama Kasus Narkotika Jenis Sabu seberat 107 kilogram, dan Ekstasi sebanyak 114 ribu butir, Senin (24/6) pukul 13.00 WIB.


Sidang pertama dipimpin Majelis Hakim yang diketuai Brelly Yuniar Dien Wardie Haskori, Hakim anggota Hendri Irawan, dan Doni Silalahi. Sementara  bertindak sebagai jaksa Penuntut Umum yakni Ardhi Prasetyo, dan Zaenal Abidin Simarmata.

Perkara di bagi dalam dua berkas yakni dengan No Perkara :90/Pid.Sus/PN Bek atas nama Ignasius Petrus Loli alias Arnoldus Topan anak Yohanes Lebak dan No Perkara 91/Pid.Sus/PN Bek atas nama Hendri alias Muhamad Idiris Bin M.Fauzi.

Kepada Awak Media yang hadir dalam persidangan, JPU Ardhi Prasetyo mengungkapkan bahwa  sidang Perdana kasus Narkotika Jenis Sabu seberat 107 Kilogram, dan juga ekstasi sebanyak 114 ribu butir, pada sidang  pertama ini, majelis hakim akan membacakan dakwaan kepada kedua terdakwa yakni Ignasius Petrus Loli alias Arnoldus Topan dan Hendri alias Muhamad Idiris.


"Kasus di Kawal oleh Kejaksaan Tinggi Kalbar, dan kedua terdakwa di tangkap pada 18 Maret 2019 lalu didepan Indomaret daerah Kecamatan Sungai Raya. Dan kepada kedua terdakwa di kenakan pasal 114 ayat 1 Undang undang Nomor 35 dengan ancaman hukuman mati," ungkapnya.

Selanjutnya kata Ardhi Prasetyo, pihaknya berkomitmen karena narkoba adalah kejahatan yang menjadi atensi nasional dan internasional. "Maka dengan digelarnya sidang perdana ini harapan kami percayakan penanganan kasus ini kepada Jaksa, karena kami akan melakukan penanganan dengan baik dan sesuai dengan hukum yang berlaku, penegakan hukum seadil-adilnya," ujar Ardhi.

Dalam bacaan terdakwa tersebut, Kedua terdakwa Di tangkap oleh pihak BNNK Provinsi Kalbar pada tanggal 18 Maret 2019 lalu didepan Indomaret Kecamatan Sungai Raya, setelah digeledah dan didapatkan  membawa narkotika jenis Sabu seberat 107,7738 Kilogram dan 114,699 ribu butir ekstasi.

Sementara itu Ketua Majelis Hakim dan juga Ketua PN Bengkayang Brelly Yuniar Dien Wardie Haskori mengungkapkan Sidang Perdana terhadap terdakwa digelar tanpa didampingi oleh Penasehat Hukum.  Oleh karena itu PN Bengkayang Menunjuk Penasehat Hukum dengan Penetapan Perkara Nomor 90/Pid.Sus/PN.Bek dan perkara Nomor 91/Pid.Sus/PN.Bek.

"Penasehat Hukum yang telah ditunjuk oleh Pengadilan wajib mendampingi terdakwa hingga sampai selesai proses di Pengadilan," ucapnya.

Adapun Penasehat Hukum yang ditunjuk yakni Zakarias,  dan Onesiforus yang berkedudukan di Bengkayang dan di tetapkan di Sidang Pertama digelar di PN Bengkayang.

"Pada sidang pertama ini kuasa hukum terdakwa berhalangan hadir dikarenakan anggota keluarganya ada yang sakit dan tidak bisa dihadiri sidang pertama. Namun pada sidang berikutnya yang akan digelar pada Senin depan (1/7) akan hadir," terang Brelly. (nar/nak)